Waspada, Sering Tidur Kurang dari 5 Jam Sehari Tingkatkan Risiko Diabetes hingga 60 Persen

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Baik karena begadang menonton acara favorit atau terus terjaga karena stres dengan sehari-hari, banyak orang yang mendapati diri mereka kurang tidur dari waktu ke waktu. Dan meskipun mungkin merasa lelah atau kurang bersemangat pada hari berikutnya, sayangnya banyak yang menyepelekan hal tersebut.

Padahal, sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa kurang tidur di malam hari dapat meningkatkan risiko diabetes hingga hampir 60 persen.

Tidur di bawah lima jam per malam meningkatkan risiko diabetes

Beberapa orang mungkin pernah mengalami tidur di bawah lima jam selama satu atau dua malam. Akan tetapi, jika hal ini terjadi secara konsisten, ini ternyata dapat menyebabkan risiko diabetes Anda meroket.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Studinya

ilustrasi kurang tidur menyebabkan pusing/pexels
ilustrasi kurang tidur menyebabkan pusing/pexels

Sebuah studi bulan Oktober 2021 yang diterbitkan dalam jurnal Nature and Science of Sleep meninjau data yang dikumpulkan oleh Biobank Inggris dari 84.404 orang dewasa dengan usia rata-rata 62,4.

Apa yang peneliti temukan adalah bahwa, dibandingkan dengan individu yang secara teratur tidur antara tujuh dan delapan jam semalam, mereka yang secara rutin tidur di bawah lima jam per malam memiliki risiko 58 persen lebih tinggi terkena diabetes dalam lima hingga tujuh tahun berikutnya.

"Kurang tidur dapat menyebabkan peningkatan kadar ghrelin, yang mendorong rasa lapar dan penambahan berat badan. Hal ini pada gilirannya meningkatkan risiko diabetes dan sindrom metabolik lainnya," penulis penelitian menjelaskan.

Kurang tidur memiliki efek pada kesehatan mental

ilustrasi kurang tidur menyebabkan sistem kinerja otak menurun/pexels
ilustrasi kurang tidur menyebabkan sistem kinerja otak menurun/pexels

Anda mungkin tahu bahwa kurang tidur dapat memengaruhi suasana hati Anda sepanjang hari, tetapi Anda mungkin tidak menyadari betapa kurang tidur dapat memengaruhi kesehatan mental Anda dari waktu ke waktu.

Dalam studi yang sama, peneliti menemukan bahwa risiko gangguan mental meningkat 106 persen dan risiko gangguan mood meningkat 44 persen di antara individu yang terbiasa tidur di bawah lima jam semalam dibandingkan dengan mereka yang biasanya tidur antara tujuh dan delapan jam per malam.

Tidur terlalu banyak juga dapat mempengaruhi kesehatan mental

Kurang Tidur Saat Menstruasi Bikin Kulit Kusam, Mitos Atau Fakta Sih?
Kurang Tidur Saat Menstruasi Bikin Kulit Kusam, Mitos Atau Fakta Sih?

Meski demikian, tidak hanya kurang tidur yang bisa berdampak besar pada kesehatan mental Anda. Peneliti studi mengamati kurva "berbentuk U" dalam hal durasi tidur, mencatat bahwa tidur untuk waktu yang terlalu lama setiap malam juga dikaitkan dengan masalah kesehatan mental.

Mereka yang memiliki durasi tidur lebih lama (lebih dari 8 jam/malam): 116 persen lebih mungkin mengalami gangguan mental organik, 461 persen lebih mungkin mengalami skizofrenia/schizotypal/gangguan delusi, dan 55 persen lebih mungkin mengalami gangguan mood, jika dibandingkan dengan mereka yang tidur 7– 8 jam/malam.

Berkaitan dengan penyakit jantung

Ilustrasi Menjaga Kesehatan Jantung Credit: pexels.com/George
Ilustrasi Menjaga Kesehatan Jantung Credit: pexels.com/George

Penyakit jantung adalah penyebab kematian nomor satu secara global, dan risiko Anda terkena kondisi ini bisa karena durasi tidur Anda.

Sebuah studi terpisah yang diterbitkan dalam jurnal Sleep menemukan bahwa di antara 10.308 orang dewasa antara usia 35 dan 55 tahun, gangguan tidur juga secara signifikan terkait dengan risiko penyakit kardiovaskular.

Jadi, jika Anda ingin hidup lebih lama dan lebih sehat, memperbaiki durasi tidur Anda dapat menjadi langkah awal yang Anda lakukan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel