Waspada Sesak Nafas di Usia 40, Apa Pemicunya?

Lutfi Dwi Puji Astuti
·Bacaan 2 menit

VIVA – Di usia 40 tahun, seseorang harus melakukan ekstra ketat menjaga kesehatan. Apalagi jika sesak nafas mulai sering dirasakan, Masalah sesak nafas di usia 40 rentan dialami, untuk itu, kesehatan harus sangat dijaga ketat.

Saat tampil di acara Hidup Sehat di tvOne, Kamis, 25 Februari 2021, Dokter Spesialis Paru, dr Prasenohadi, Sp.P -KIC, Ph.D mengatakan, saat usia saat usia 40 akan terjadi perubahan metabolisme hingga manusia rentan diserang penyakit hipertensi hingga stroke.

Sesak nafas yang diderita seseorang saat usia 40 juga perlu diwaspadai karena bisa jadi suatu pertanda adanya penyakit lain. Untuk itu, Anda perlu tahu, penyebab seseorang mengalami sesak nafas di usia 40. Berikut penjelasan dr Prasenohadi.

Olahraga Berat
Biasanya sesak nafas bisa terjadi ketika seseorang yang berusia di atas 40 tahun mengalami olahraga berat. Untuk itu, hindari olahraga yang terlalu berat agar terhindar dari masalah sesak nafas.

Kebiasaan Merokok
"Sebenarnya, kita manusia sejak lahir fungsi parunya sudah menurun. Ada penelitian dan grafiknya dan bisa diperparah ketika seseorang mulai merokok karena merokok bis amemperberat kondisi kerja paru.

Obesitas
Berat badan berlebih atau obesitas yang dialami saat usia 40 tahun ke atas bisa memicu terjadinya sesak nafas. Seseorang dengan masalah obesitas akan mengalami penumpukan lemak di sekitar dada dan daerah perut, akibatknya pergerakan paru terbatas, otot ototnya menjadi sulit bernapas dan meskipun orang itu sehat tampaknya, tentu akan beda dengan orang yang normal tanpa obesitas.

"Nanti bisa dilihat saat sakit penangananya akan lebih sulit, ini bisa jadi beban untuk tenaga medis menanganinya. Sebab obesitas bisa menyebabkan perlemakan jantung sehingga pergerakannya lebih terbatas," ujar dr Prasenohadi.

Tips
Tips untuk mereka yang berusia di atas 40 tahun yang sudah mulai mengalami sesak nafas dianjurkan untuk rajin melakukan medical check up, periksakan diri ke dokter, melakukan foto thorax, pemeriksaan darah rutin, dan lakukan pengecekan paru serta hidup sehat dengan konsumsi makanan seimbang dan melakukan olahraga.

Jika mengalami sesak nafas, penanganan pertama yang bisa dilakukan jika dia memiliki penyakit kronis seperti asma berat harus punya inhalasi atau nebu, harus punya oksigen tabung sederhana atau kecil atau segara ke rumah sakit. Lakukan olahraga seperti berenang untuk melatih otot-otot pernafasan seperti otot dada, jadi bukan olahraga yang sifatnya speed seperti sepak bola atau basket.