Waspada Surat Penunjukan Penyediaan APD Catut Nama Kemenkes

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat mewaspadai adanya surat palsu yang mencatut nama lembaga tersebut untuk pengadaan barang dan jasa.

Dalam surat yang beredar terdapat kop dan nomor surat yang dibuat menyerupai surat asli Kemenkes. Isinya berupa penunjukan penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) pada sebuah perusahaan di Bandung.

Dalam surat itu juga terdapat nominal penawaran, yakni sebesar Rp13,5 miliar.

Kemenkes pun menegaskan bahwa surat tersebut palsu dan masyarakat bisa melaporkan jika menemukan surat serupa.

"Kami sampaikan bahwa surat tersebut adalah surat hoaks yang bukan ditandatangani oleh Dirjen P2P," ujar Plt Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan dr. Yudhi Pramono, dilansir laman Kemenkes.

"Penomoran surat tidak benar, kode yang tertulis dalam surat itu juga tidak ada. Kami berharap semua pihak bisa melapor jika menemukan surat palsu mencatut nama Kemenkes."

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel