Waspada Ya, Ada 5 Penyakit Berbahaya yang Kerap Disangka Masuk Angin

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Masuk angin merupakan istilah yang sangat populer bagi masyarakat Indonesia. Ketika seseorang dalam kondisi tidak sehat atau tidak fit, biasanya akan disimpulkan mengalami masuk angin. Padahal, istilah masuk angin sendiri tidak ada dalam kamus medis.

Penyebab masuk angin hingga saat ini belum bisa diketahui secara jelas, namun kondisi ini bukan berarti disebabkan oleh angin yang masuk ke dalam tubuh sekalipun kerap dihubungkan dengan tubuh yang baru saja kehujanan atau kedinginan.

Dikutip dari KlikDokter, masuk angin adalah sebuah istilah yang umumnya digunakan untuk menggambarkan sekumpulan gejala.

dr. Devia Irine Putri menyebutkan masuk angin biasanya dideskripsikan sebagai rasa pegal-pegal, meriang, demam, batuk, pilek, kembung, sering sendawa, mual dan muntah.

“Keluhan-keluhan yang sering disebut masuk angin tersebut biasanya disebabkan karena adanya infeksi virus atau bakteri,” sebutnya.

Karena ada kemungkinan terinfeksi virus atau bakteri, maka jangan menyepelekan keluhan tersebut. Apalagi keluhan yang disangka sebagai masuk angin itu nyatanya juga bisa menjadi tanda dari adanya penyakit yang lebih berbahaya.

Berikut ini adalah beberapa penyakit yang gejalanya juga seperti masuk angin. :

1. Infeksi Saluran Pencernaan

Gejala seperti mual, muntah, perut kembung, diare dan sembelit ternyata juga dapat dirasakan karena adanya infeksi saluran pencernaan. Penyakit ini biasanya terjadi saat organ pencernaan mengalami peradangan, baik karena infeksi virus atau bakteri maupun akibat kondisi-kondisi lainnya.

2. Infeksi Saluran Pernapasan

Ilustrasi Sesak Napas Credit: pexels.com/Hola
Ilustrasi Sesak Napas Credit: pexels.com/Hola

Virus atau bakteri yang masuk ke tubuh bisa menyebabkan infeksi saluran pernapasan. Infeksi bisa terjadi secara singkat ataupun berkelanjutan (kronis). Gejala dari infeksi saluran pernafasan diantaranya pilek, nyeri kepala dan tenggorokan, demam, pegal-pegal hingga penurunan nafsu makan. Kondisi tersebut bisa dibilang mirip juga dengan masuk angin yang selama ini Anda ketahui.

3. Demam Berdarah Dengue

Penyakit yang terjadi akibat gigitan nyamuk aedes aegypti ini sangat sering ditemukan di negara-negara tropis, termasuk Indonesia. Tidak sedikit yang menyalah artikan demam berdarah dengue sebagai masuk angin, karena gejalanya memang begitu mirip. Misalnya saja demam, badan lemas, nyeri otot dan sendi, serta pegal-pegal. Waspada ya, demam berdarah dengue yang terlambat ditangani bisa membuat penderita kehilangan nyawa.

4. Demam Tifoid

Ilustrasi Demam Tifoid Credit: pexels.com/Andrea
Ilustrasi Demam Tifoid Credit: pexels.com/Andrea

Bakteri dengan nama salmonella typhi disebut-sebut sebagai penyebab demam tifoid. Penyakit ini bisa menular melalui jalur fekal - oral, dimana virus masuk ke mulut melalui benda, makanan, atau minuman yang sudah terkontaminasi tinja penderita penyakit tersebut. Demam tifoid bisa memunculkan gejala nyeri kepala, nyeri otot dan sendi, batuk, badan lemas, dan perut kembung. Mirip dengan kondisi yang selama ini kerap disebut sebagai masuk angin, bukan?

5. Penyakit Jantung

Secara umum, penyakit jantung adalah gangguan kesehatan yang terjadi akibat jantung tidak mendapatkan pasokan darah dan oksigen yang cukup. Biasanya juga diakibatkan oleh kondisi penyempitan pembuluh darah pada jantung. Penderita penyakit jantung mengalami beberapa gejala mirip masuk angin seperti nyeri dada hingga lengan, nyeri leher, sesak nafas, hingga tubuh lemas.Sebagai salah satu penyakit pembunuh terbesar di dunia, tentu kita gak boleh menyepelekan tanda-tanda penyakit jantung.

Itulah sejumlah penyakit berbahaya yang memiliki gejala mirip dengan masuk angin, sehingga kerap disangka seseorang mengalami masuk angin. Setelah mengetahui ada penyakit yang seperti di atas, jangan menyepelekan keluhan dan gejala-gejalanya. Pikirkan kembali apakah ada faktor-faktor lain yang menjadi penyebabnya. Segera kunjungi dokter bila keluhan seperti masuk angin seringkali muncul atau bertambah parah.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel