Waspadai 4 Kondisi yang Bisa Pengaruhi Kesehatan Anda, Perbaiki dari Sekarang!

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Sudah menjadi kewajiban setiap orang untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Dengan tubuh yang sehat, maka jiwa dan pikiran akan ikut sehat, selaras dan seimbang. Lebih penting lagi, tubuh yang sehat membuat Anda dapat melakukan berbagai kegiatan tanpa hambatan dan diliputi kekhawatiran.

Sayangnya gaya hidup modern yang berkembang saat ini membuat orang-orang semakin dekat dengan berbagai kondisi yang bisa mempengaruhi kesehatannya baik dirasakan secara langsung saat ini maupun di masa mendatang. Dikutip dari KlikDokter, berikut ini beberapa kondisi yang dapat mempengaruhi kesehatan seseorang dan perlu menjadi perhatian generasi muda.

1. Merokok

Sudah bukan rahasia lagi kalau merokok dapat memperburuk kondisi organ paru. Kebiasaan tidak sehat ini dapat mengakibatkan kerusakan sel-sel paru hingga menimbulkan serangkaian penyakit lainnya.

Sayangnya rokok telah menjadi 'konsumsi' sehari-hari baik generasi tua maupun muda. Padahal akibat yang ditimbulkan oleh kebiasaan merokok sangat berbahaya bagi tubuh dan bagi orang disekitarnya yang menghirup asap rokok.

dr. Adeline Jaclyn dari KlikDokter mengatakan merokok dapat menimbulkan kerusakan jaringan di beberapa sistem organ tubuh, termasuk sistem kardiovaskular atau dikenal juga dengan sistem peredaran darah.

Tidak hanya merusak organ bagian dalam tubuh, merokok juga bisa merusak penampilan karena bisa berdampak negatif pada kondisi kulit. “Kebiasaan merokok mampu mengurangi jumlah kolagen dalam kulit. Sebab, zat beracun yang ada dalam rokok dapat dengan mudah merusak komponen kulit yang pada akhirnya membuat wajah tampak kusam, berkeriput, dan kasar,” jelas dr. Adeline.

2. Obesitas

Masalah obesitas pada dewasa muda semakin marak, penyebabnya mulai dari pola makan yang tidak sehat hingga kurangnya olahraga dan aktivitas fisik. Obesitas tidak hanya akan menurunkan penampilan fisik seseorang, tapi juga bisa memicu timbulnya berbagai penyakit lain, seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi dan diabetes. Bila obesitas yang tidak segera ditangani akan berdampak pada kondisi kesehatan jangka panjang.

Selagi muda, dr. Adeline menyarankan generasi milenial perlu lebih memperhatikan porsi serta asupan yang dikonsumsi setiap hari dan aktif dalam kegiatan fisik untuk mencegah terjadinya obesitas. Lakukan olahraga rutin setiap hari, jika tidak terbiasa berolahraga maka mulailah dengan hal-hal kecil seperti bersepeda, berenang, jalan santai.

Kurang Tidur / Sumber: iStockphoto
Kurang Tidur / Sumber: iStockphoto

3. Kurang Tidur

Tren streaming film dan berselancar di media sosial membuat waktu tidur generasi muda jadi berkurang. Padahal, durasi waktu tidur yang paling ideal untuk anak muda adalah 7 sampai 8 jam dalam sehari. Jika kurang tidur, maka akan ada dampak buruk yang pada sistem kerja organ tubuh. Salah satunya otak kita.

“Saat tubuh merasa lelah dan mengantuk, maka sistem kerja otak pun akan menurun karena tidak ada suplai oksigen atau darah yang cukup untuk mengalir ke kepala. Hasilnya, sistem kerja otak jadi menurun dan membuat Anda jadi tidak bisa konsentrasi dan fokus dalam bekerja,” ujar dr. Adeline.

Selain itu, orang yang kurang tidur juga lebih mudah sakit karena memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah.

dr. Nitish Basant Adnani, BMedSc, MSc dari KlikDokter memaparkan jika orang yang kurang tidur terekspos rhinovirus, maka lebih tinggi kemungkinannya untuk menunjukkan gejala dibandingkan orang yang tidur cukup. Rhinovirus merupakan salah satu virus penyebab batuk dan pilek.

4. Stres dan Depresi

Kondisi selanjutnya yang perlu dihindari karena dapat mengganggu kesehatan adalah stres dan depresi.

Mengutip sebuah penelitian yang ditulis dalam jurnal American Psychological Association, dr. Adeline mengatakan bahwa generasi milenial merupakan salah satu generasi yang rentan dan bahkan sudah mengalami stres dengan tingkatan paling tinggi.

Penyebab dari stres yang diderita generasi milenial pun bermacam-macam. Mulai dari faktor pekerjaan, rumah tangga, kehidupan sosial, bahkan sampai stres akibat tugas-tugas perkuliahan. Untuk menangani permasalahan ini, generasi milenial diharapkan mampu mengontrol emosi dan level stres yang mereka miliki.

Jika sudah menunjukkan gejala depresi atau stres (emosional, tidak nafsu makan, menjauhkan diri dari kehidupan sosial, sering pusing), dr. Adeline menyarankan agar para generasi muda segera melakukan aktivitas yang dapat membuat senang dan tenang. Misalnya meditasi atau melakukan hobi.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel