Waspadai 9 Titik Pasar Tumpah Surakarta

TEMPO.CO , Surakarta: Pemudik yang akan melintasi Surakarta diminta mewaspadai kemacetan di sembilan pasar tumpah. Biasanya saat puncak arus mudik, beberapa pedagang berjualan di pinggir jalan, yang menyebabkan arus lalu lintas tersendat.

Titik pasar tumpah seperti di Pasar Gede, Pasar Kadipolo, Pasar Kembang, Pasar Jongke, Pasar Sidodadi, Pasar Legi, Pasar Nusukan, dan Pasar Joglo. Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Surakarta Subagiyo mengatakan sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengatasi persoalan pasar tumpah.

»Kami sudah mengadakan pertemuan dengan pedagang, lurah pasar, dan dinas perhubungan. Intinya bagaimana agar pasar tumpah tidak sampai mengganggu arus lalu lintas,” ujarnya kepada Tempo, Ahad, 5 Agustus 2012.

Kebanyakan yang menggelar dagangan di pinggir jalan adalah pedagang dari luar Solo yang menjajakan daun janur untuk ketupat, bunga setaman, alat-alat rumah tangga, hingga kebutuhan sehari-hari seperti sandal jepit.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Surakarta Yosca Herman Soedrajad mengatakan pada saat puncak arus mudik dan arus balik pada H-7 hingga H+7, hambatan yang mengganggu arus lalu lintas harus dikurangi, termasuk keberadaan pasar tumpah.

Selain itu, pihaknya mulai pekan ini memasang rambu-rambu lalu lintas penunjuk jalan sebagai panduan bagi pemudik. Terutama mengarahkan pemudik agar menghindari jalur-jalur yang macet, termasuk yang disebabkan oleh keberadaan pasar tumpah.

»Kami melakukan rekayasa lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan panjang di tengah kota. Seperti di titik pasar tumpah,” ujarnya.

UKKY PRIMARTANTYO

Berita terkait:

Cobalah Jalur Alternatif yang Lebar dan Mulus Ini

Ada 376 Penerbangan Ekstra Selama Lebaran 

Ramadan, Banyak Kartu Kredit Macet 

Rasio Kredit Seret Kartu Kredit Naik Saat Ramadhan

Tips Mudik dengan Sepeda Motor

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.