Waspadai Narasi Bertentangan dengan Pancasila, Jangan Terpancing Kelompok Intoleran

Merdeka.com - Merdeka.com - Masyarakat terus didorong mampu bekerjasama mencegah radikalisme dan terorisme. Pemerintah juga tidak boleh abai dengan berbagai pergerakan yang berpotensi merugikan masa depan bangsa dan negara.

Sekretaris Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), Imam Pituduh mengatakan, pemerintah harus segera keluarkan larangan terhadap penyebaran ideologi, dan gerakan yang bertentangan dengan pancasila. Dengan begitu tidak ada ruang bagi radikalisme dan intoleransi.

"Segera konsolidasikan lintas kementerian dan lembaga untuk mewaspadai," ujar Imam dalam keterangannya, Kamis (24/11).

Sedangkan untuk tokoh agama dan tokoh masyarakat, Imam mengimbau untuk segera mengisi ruang ruang kosong dengan dakwah ramah, damai dan toleran. Hal itu untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai narasi, gerakan, serta jaringan yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila sehingga tak terpancing dengan hasutan kelompok intoleran.

"Karena acuh tak acuh adalah kecerobohan yang merugikan. Tumbuhkan kehidupan beragama yang ramah, damai dan toleran. Serta tingkatkan pendidikan toleransi sejak dini," tuturnya.

Menurut Imam, dasar bangsa Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945, sudah sangat Islami sehingga tidak perlu diragukan lagi. Untuk itu, dia tegas menolak adanya narasi menyebut khilaf sebagai solusi permasalahan bangsa.

Dia melanjutkan, dalam konteks ekonomi sejatinya masyarakat sudah punya kekuatan ‘Ekonomi Pancasila’ yang berbasis spirit gotong royong dan sudah membumi serta dijiwai dengan nafas keislaman yang ramah, damai dan toleran.

"Khilafah bukanlah solusi, tapi justru menjadi delusi, destabilisasi, dan degradasi bangsa. Mereka jelas musuh agama dan musuh negara," tandasnya. [did]