Waspadai, Penjualan Hasil Tes Palsu Negatif Corona pada Wisatawan

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Virus corona menjadi pandemi yang dialami oleh seluruh negara di dunia. Beberapa waktu lalu, sebagian negara dan wilayah memperketat keamanan untuk mencegah penyebaran virus corona. Pembatasan wilayah seperti lockdown telah dilakukan oleh beberapa negara. Tetapi baru-baru ini beberapa negara juga telah melonggarkan keamanan tersebut dengan membuka kembali negara dari lockdown dan membuka beberapa tempat wisata. Tentunya ini dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan yang ada, dan berlaku untuk wisatawan atau pun penyedia layanan.

Meskipun telah dibuka kembali tempat wisata, sebagian warga negara yang hendak menikmati liburan perlu untuk memenuhi persyaratan seperti memathui protokol kesehatan dan memiliki surat bebas COVID-19. Terlebih jika wisatawan ini melalui perjalanan jauh dengan menggunakan transportasi umum. Berhati-hatilah bagi pengelola wisata, karena baru-baru ini telah terjadi pemalsuan data kesehatan bagi wisatawan yang dijual di pasar gelap.

Melansir dari foxnews.com (12/11), banyak orang yang tampaknya sangat ingin melakukan perjalanan sehingga mereka beralih ke pasar gelap. Banyak negara yang mewajibkan pengunjung mendapatkan hasil tes virus corona negatif sebelum diizinkan masuk. Tetapi beberapa orang mencoba menghindari aturan dengan membeli hasil tes palsu.

Tes virus corona negatif palsu telah dilaporkan di Prancis, Brasil dan Inggris. Namun, tidak mungkin sejumlah besar pelancong akan dapat menggunakan hasil tes palsu karena protokol menjadi lebih ketat. Pekan lalu, pejabat Prancis menangkap enam pria dan satu perempuan karena dilaporkan menjual sertifikat tes palsu kepada para pelancong. Hasil tes palsu tersebut dijual dengan harga antara $ 180 dan $ 360 di Bandara Charles de Gaulle di Paris. Mereka dituduh melakukan pemalsuan, penggunaan pemalsuan dan keterlibatan dalam penipuan.

Hasil Tes Dipalsukan dan Dijual di Pasar Gelap untuk Para Pelancong

Ilustrasi/copyrightshutterstock/Jarun Ontakrai
Ilustrasi/copyrightshutterstock/Jarun Ontakrai

Penyedia hasil tes palsu dimulai pada September dengan ditemukannya seorang penumpang yang check-in untuk penerbangan ke Ethiopia dengan dokumen palsu yakni sertifikat hasil tes virus corona negatif.

Sementara itu, pejabat di Brasil menangkap empat turis domestik pada tanggal 29 Oktober karena mereka diduga memalsukan hasil tes virus corona untuk mengunjungi kepulauan Fernando de Noronha. Kedua pria dan dua perempuan dari negara bagian Tocantins di Brasil naik jet pribadi ke pulai-pulau tersebut dan melihatkan hasil tes yang tidak cukup baru untuk mengunjungi kepualauan tersebut. Ketika petugas meminta untuk menguji ulang mereka, para turis menolak dan menunjukkan hasil baru dengan tanggal yang lebih baru. Namun, ketika petugas menelepon laboratorium, mereka mengetahui bahwa dokumen telah diubah.

Bulan lalu, Lancashire Telegraph melaporkan bahwa banyak orang juga memalsukan hasil tes virus corona negatif di Inggris. Menurut surat kabar, seorang pria mengatakan dia dapat melakukan perjalanan ke Pakistan setelah seorang teman memberinya hasil tes negatif dari virus corona dan dia mengubah dokumen untuk menunjukkan nama dan identitas lainnya. Dia juga mengatakan bahwa dia mengubah tanggal pengujian menjadi dalam batas waktu yang ditentukan. Lancashire Telegraph juga melaporkan bahwa agen perjalanan menjanjikan seseorang bahwa mereka akan memberikan tes negatif seharga $ 66 bahkan jika pelancong tersebut dinyatakan positif.

Beberapa tempat mengikuti peraturan yang lebih berteknologi tinggi untuk menghindari hasil tes salah. Salah satu cotohnya adalah Hawai yang mengharuskan pengunjung untuk menggunakan mitra pengujian yang disetujui, mendaftar dengan program pengujian negara bagian dan mengunggah hasilnya secara online.

Well, tetap berhati-hati ya Sahabat Fimela, karena kita tidak tahu apakah orang yang ada di sekitar kita benar-benar negatif dari virus corona atau tidak. Tetap patuhi protokol kesehatan yang ada dan jaga kesehatan dengan berolahraga dan konsumsi makanan sehat.

Cek Video di Bawah Ini

#Changemaker