Waspadai, Penularan Partikel Virus COVID-19 Melalui Udara

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pada bulan Juli 2020 lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah memberikan peringatan tegas bahwa penularan COVID-19 bisa melalui udara. Salah satunya melalui batuk, bersin (dalam bentuk droplets) dan bicara (dalam bentuk mikrodroplets) yang akan mengendap di lantai.

Selain itu, penularan COVID-19 juga bisa melalui pernapasan. Pasalnya, bernafas akan mengeluarkan partikel virus dalam aerosol berukuran kecil. Bahkan, ukuran ini juga paling lazim terhirup oleh nafas.

Partikel aerosol tetap hidup dan berterbangan di udara dalam ruangan tertutup hingga 1 sampai 3 jam virus bisa hidup, dengan rata-rata penularan terjadi sekitar 90 persen.

Researcher dan Literature Reviewer COVID-19, dokter Normalina Sandora mengungkapkan, setelah lebih dari setahun pandemi, konsentrasi virus dalam populasi menyebabkan jumlah kasus terinfeksi dengan asimptomatik (tidak bergejala) dan presimptomatik (belum muncul gejala) adalah satu dari tiga orang.

Permasalahan dari penyebaran infeksi SARS-CoV-2 adalah orang-orang yang positive RT-PCR tetapi belum bergejala (masih dalam fase inkubasi) atau tidak bergejala dapat menyebarkan virus dan menginfeksi orang lain.

"Masalahnya kita sudah satu tahun pandemic sekarang selain mutasinya banyak, jumlah orang yang sudah terinfeksi menjadi dalam populasi juga semakin tinggi sehingga ada laporan-laporan kalau satu orang berstatus asimptomatik dari bernapas dan tidak memakai masker dia bisa menghembuskan sekitar satu juta copies perjam menularkan COVID-19," kata Normalina Sandora, Kamis 20 Mei 2021.

"Jadi kalau di ruangan itu bisa 90 persen sehingga strateginya agar pandemi tidak berketerusan sampai bertahun-tahun kita harus jalankan 3 M plus seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menjaga aliran udara," sambungnya.

Menurut Normalina, menjaga aliran udara dalam sebuah ruangan yang tertutup sangatlah penting untuk menurunkan populasi virus COVID-19.

"Aliran udara itu penting sekali untuk menurunkan populasi virus di dalam ruangan tertutup. Jika populasi virus COVID-19 menurun, secara otomatis angka penularan kasus baru pun berkurang yang akhirnya dapat meningkatkan kesehatan dan membuat perekonomian kembali berputar," ujarnya.

Normalina juga berharap masyarakat Indonesia mengikuti dan menjalani aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Salah satunya mengikuti vaksinasi. Sebab, dengan vaksinasi risiko penyebaran dan penambahan kasus terinfeksi COVID-19 dalam masyarakat akan berkurang dikarenakan mempunyai imunitas yang kuat dan membantu menghambat laju mutasi virus COVID-19.