Waspadai Peredaran Vitamin Palsu, Begini Modus Penjualannya

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Ramai di media sosial tentang aduan penjualan vitamin palsu di lapak jualan online. Modus penjualan dengan memakai kode QR dan label palsu.

Sejumlah akun Instagram dan Twitter sempat membagikan pengalamannya membeli vitamin palsu. Salah satunya adalah Thina. Dia mengaku sempat membeli vitamin untuk orang tuanya di lapak jualan onine.

Dia kecewa karena usai di periksa, ternyata vitamin yang diterima palsu. Berdasarkan penuturannya pada Tekno Liputan6.com, beberapa waktu lalu, salah satu satu indikasi vitamin tersebut palsu adalah adanya kode QR yang ternyata tidak sesuai.

Begitu dipindai, kode QR itu ternyata mengarahkan ke situs salah satu universitas swasta Indonesia. "Lalu di keterangan botol tersebut juga ditemukan adanya typo," tutur Thina melanjutkan.

Selain itu, nama merek ternyata berbeda dengan keterangan situs resmi dan manufaktur vitamin tersebut.

Adapula penuturan dari pemilik akun twitter @hanxxel. Dia pun membeberkan bagaimana mengetahui jika vitamin yang dia beli palsu.

"Gais kalau beli vitamin juga hati-hati. sejauh ini baru ini vitamin palsu yang gue dapet. banyak typo di kemasannya dan setelah gue scan barcodenya, keluarnya keripik? kayaknya placebo, seharusnya nggak bahaya tapi ga berguna aja. brandnya bener, tapi ga beruntung aja dapet -c-," tweet dia pada 13 Juli 2021 lalu.

Konten ini tidak tersedia karena preferensi privasi Anda.
Perbarui pengaturan Anda di sini untuk melihatnya.

Begini Cirinya

Ilustrasi vitamin/dok. Unsplash Adam
Ilustrasi vitamin/dok. Unsplash Adam

Banyak dari mereka menyebut tanda-tanda vitamin palsu itu dapat dilihat dari stempel kemasan yang terlihat tidak rapi dan ditemukan typo dalam keterangannya.

Istri Tompi, Arti Indira yang juga seorang dokter pun sempat mengingatkan melalui Instagram Stories-nya untuk berhati-hati membeli suplemen atau vitamin, karena ditemukan ada beberapa yang palsu. Dia sempat membagikan temuannya di salah satu penjual online.

Dalam unggahannya, dia memperlihatkan tangkapan layar dari ulasan di salah satu penjual berisi komplain terkait barang yang diterima ternyata palsu.

Saksikan Video Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel