Waspadai Pergerakan Kelompok Pro Khilafah, Perlu Ditumpas ke Akar-akarnya

Merdeka.com - Merdeka.com - Regulasi mengatur tindakan tegas terhadap pihak menyebarkan radikalisme dan ideologi lain bertentangan dengan Pancasila harus diperkuat. Hal ini terkait dengan maraknya kelompok secara terang-terangan menjadi simpatisan khilafah.

Terbaru viralnya video konvoi dari Khilafatul Muslimin di Jakarta. Selain itu, kelompok ini juga gencar menyebarkan paham negatif di media sosial.

"Perubahan regulasi guna meningkatkan kewenangan penuh melakukan penindakan terhadap kelompok yang membawa ideologi radikal, jadi harus ada perubahan peraturan," ujar Rektor Universitas Muhammadiyah Metro (UMM), Lampung, Jazim Ahmad dalam keterangannya, Kamis (9/6).

Jazim mengkhawatirkan aksi-aksi kelompok radikal kerap menargetkan kaum pemuda dalam rangka kaderisasi dan menjaring partisipan. Menurutnya, pelarangan dan pembubaran ormas tidak cukup karena ideologinya terus berkembang di akar rumput bahkan berkamuflase di tengah masyarakat.

"Seperti mencabut alang-alang tapi akarnya masih ada, nah itu di bawahnya masih bergerak. Jadi perlu dituntaskan sampai akarnya. Loyalisnya juga masih banyak, ini pekerjaan berat dan butuh waktu," ujarnya.

Dia menyadari perlu ada kebijakan dan upaya tepat dari kampus dan institusi pendidikan lain guna mencegah paham-paham radikal terorisme ini mewabah dan menjangkiti anak didik.

"Perlu ada rutinitas penyuluhan seperti yang dilakukan BNPT tentang bahaya radikalisme baik oleh kalangan kampus maupun pihak dari luar, termasuk juga dari kalangan pendidik untuk memberikan penyuluhan," katanya.

Tidak hanya itu, Jazim juga berharap ada peran kongkret dari tokoh agama, tokoh masyarakat, Lurah hingga Ketua RW serta RT untuk bisa memberikan pengarahan dan mengawasi warganya agar tidak terjerumus paham-paham radikal negatif. [did]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel