Waspadai Potensi Sebaran COVID-19 di Ruang Publik

Donny Adhiyasa

VIVA – Ruang publik tempat ragam orang berkumpul dari berbagai tempat, rentan menjadi kluster penyebaran baru. Tetap disiplin protokol kesehatan menjadi cara paling ampuh jika harus berada di ruang publik saat ini.

Tetap waspada dan jangan lengah, merupakan upaya terbaik untuk menghadapi lawan yang tak kasat mata, virus COVID-19.

Ingat, semakin banyak yang menjaga jarak, memakai masker dengan benar, dan sering mencuci tangan dengan sabun, semakin cepat pandemi ini akan berlalu.

Baca juga: Cantik Banget, Wajah Muda Tri Rismaharini Versi FaceApp

Kita sekarang bergerak menuju masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), maka penting memahami apa artinya dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama-tama, AKB merupakan proses bertahap yang tergantung pada situasi di daerah masing-masing. Menurut para ahli, situasi dapat berubah dengan cepat bila lebih banyak orang terkena COVID-19.

Yang perlu kita pahami adalah AKB bukan berarti kembali ke kehidupan normal, dan melakukan segala aktivitas sama seperti sebelum pandemi.

Baca juga: Kocak, Ekspresi Ibu Lihat Anaknya Makan Tanah

Apa yang bisa Anda lakukan? Utamanya, tetap di rumah dan hanya keluar bila memang benar-benar perlu.

Ini penting, terutama bagi orang yang berisiko tinggi, termasuk orang lanjut usia dan yang memiliki riwayat penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, dan paru.

Siapapun yang merasa sakit harus tetap di rumah dan mencari pengobatan bila gejala memburuk.

Mungkin Anda merasa aman dan ingin kembali ke kebiasaan lama saat melihat banyak orang di pusat perbelanjaan atau restoran. Tapi itu hanya rasa aman palsu. Kita tetap harus berhati-hati.

Baca juga: Viral Video Ahmad Dhani Sambangi Kantor Anies Diajak Keliling

Berikut panduan adaptasi kebiasaan baru saat harus berkegiatan di ruang publik atau setelah kembali dari ruang publik seperti dilansir situs covid19.go.id:

1. Selalu gunakan masker saat keluar rumah. Kenapa? Karena kita mungkin membawa virus tapi tidak memiliki gejala atau hanya gejala ringan, sehingga bisa menularkan ke orang lain. Tapi masker harus dipakai dengan benar!

Pastikan masker menutupi hidung, mulut, dan dagu dan hanya dipakai satu kali! Masker kain dipakai ulang setelah dicuci dengan deterjen. tetapi masker medis harus dibuang begitu sampai di rumah.

2. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut. Saat menyentuh benda-benda yang sering disentuh orang lain seperti pegangan pintu, uang, meja makan, tangan Anda bisa terpapar virus. Mata, hidung, dan mulut merupakan pintu masuk virus.

3. Selalu ambil jarak lebih dari 1 meter dari orang-orang saat berada di luar rumah. Kadang kita merasa tidak nyaman saat ada yang berdiri terlalu dekat, semisal saat mengantre. Jangan ragu, minta dengan sopan agar mereka menjaga jarak dengan mengatakan “Maaf, tolong jaga jarak, ya”.

4. Sering cuci tangan dengan sabun. Kita sudah sering mendengar hal ini. Tapi pastikan kita melakukannya dengan tepat, selama minimal 20 detik dan selalu lakukan saat tiba di rumah atau di tempat tujuan. Saat di luar rumah, cairan pencuci tangan yang mengandung alkohol merupakan pilihan bila sabun dan air mengalir tidak tersedia.

5. Selalu ikuti perkembangan informasi dan hanya ikuti sumber tepercaya seperti situs ini. Setiap kali ada krisis, ada saja orang-orang yang suka menyebarkan informasi palsu dan hoaks yang membingungkan masyarakat dan membuat situasi menjadi lebih buruk.