Waspadai Varian Mu, Luhut: Jangan Sampai Kita Kena Gelombang Ketiga

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Adanya kemunculan Varian Mu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan, masyarakat untuk selalu waspada agar Indonesia tidak mengalami gelombang ketiga COVID-19.

"Sekali lagi, saya mengimbau, kita semua kompak untuk disiplin, saling mengingatkan supaya kita jangan kena lagi gelombang ketiga. Tadi sudah dijelaskan ada Varian Mu yang dari Kolombia," tegas Luhut saat Konferensi Pers PPKM pada Senin, 6 September 2021 malam.

Di Indonesia, sudah menyebar Varian Alpha, Beta, dan Delta. Sebagaimana hasil Whole Genome Sequencing (WGS) Kementerian Kesehatan, Varian Delta tercatat paling mendominasi. Walau begitu, kewaspadaan perlu dibangun terhadap jenis varian lainnya.

"Saya ingatkan kalau ini berlanjut begini terus, akan bisa timbul varian-varian lain. Kita tidak tahu, apakah lebih dahsyat, lebih ganas atau bagaimana," pesan Luhut.

"Jadi, kita semua harus paham. Jangan kita politisasi ini. Kita bicarakan betul-betul demi keselamatan rakyat Indonesia. Semua harus kompak, ini adalah musuh kita bersama!"

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Varian Mu Belum Terdeteksi di Indonesia

Warga membuang sampah dekat mural bertema imbauan protokol kesehatan COVID-19 di kawasan Cakung Barat, Jakarta, Minggu (18/10/2020). Mural karya warga setempat tersebut bertujuan mengingatkan masyarakat akan pentingnya memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Warga membuang sampah dekat mural bertema imbauan protokol kesehatan COVID-19 di kawasan Cakung Barat, Jakarta, Minggu (18/10/2020). Mural karya warga setempat tersebut bertujuan mengingatkan masyarakat akan pentingnya memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sejumlah negara di ASEAN sudah melaporkan hasil WGS untuk mendeteksi kemungkinan adanya Varian Mu. Di antaranya, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan Indonesia.

Hasil laporan di atas menunjukkan, 'Varian Mu belum terdeteksi.'

"Kami sudah melakukan WGS terhadap 7.000 orang di seluruh Indonesia, tapi (Varian Mu) belum terdeteksi," terang Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono.

"Mudah-mudahan, Varian Mu ini akan abortif, seperti Varian Lambda beberapa waktu yang lalu (terdeteksi) di Peru."

Hingga saat ini, Kementerian Kesehatan mencatat, Varian Mu yang masuk kategori Variant of Interest (VoI) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terdeteksi di 46 negara di dunia.

Varian Mu terdeteksi pertama kali di Kolombia pada 11 Januari 2021. Di negara yang sama juga terakhir kali dilaporkan pada 4 Agustus 2021. (Selengkapnya: Delta Masih Mendominasi tapi Indonesia Perlu Waspadai Varian Mu)

Infografis Beda Bahaya Covid-19 Varian Delta dengan Delta Plus

Infografis Beda Bahaya Covid-19 Varian Delta dengan Delta Plus (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Beda Bahaya Covid-19 Varian Delta dengan Delta Plus (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel