Waspadalah Persija, Ini Rahasia Ganas PSM Makassar dengan Darah Lokal

Robbi Yanto
·Bacaan 3 menit

VIVAPSM Makassar dan Persija Jakarta kembali bersua di babak semifinal Piala Menpora 2021. Leg pertama digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis 15 April 2021.

Kedua tim pernah bertemu di Grup B. Kala itu, PSM mampu membuat kejutan. Dengan 100 persen pemain lokal, PSM mampu menumbangkan Persija yang dihuni skuad mewah dengan skor 2-0.

Usai kalah di laga perdana, Persija mampu bangkit, bahkan finis sebagai juara grup, dan PSM yang menjadi runner up grup.

Di babak perempat final, Persija mengalahkan Barito Putera 2-0, sedangkan PSM lolos setelah menang adu penalti (4-2) atas PSIS Semarang.

Di atas kertas, PSM lebih inferior ketimbang Persija. Juku Eja tampil pada ajang ini dengan sejumlah kendala, mulai dari sanksi FIFA hingga ditinggal banyak pemain.

Sebelumnya, PSM telah ditinggal tiga legiun asingnya, antara lain Hussein El Dor, Serif Hasic, dan Giancarlo Lopes Rodrigues.

Dari barisan lokal terdapat nama-nama beken seperti Firza Andika, Leo Guntara, Miswar Saputra, Asnawi Mangkualam.

Kemudian ada striker naturalisasi Osas Saha, Ahmad Agung dan Ferdinand Sinaga. Tak sampai disitu, PSM juga ditinggal sang pelatih Bojan Hodak.

Kini, PSM ditangani Syamsuddin Batolla yang sebelumnya menjadi pelatih kepala Tim U-20 ini.

Syamsuddin mengatakan, dirinya optimistis dengan skuadnya meski hanya mengandalkan jebolan akademi plus pemain lokal asal Sulawesi Selatan dan Indonesia Timur.

"Kalau kita lihat memang Pemain PSM sekarang ada yang punya jam terbang tahun kemarin dan beberapa yang selalu tampil. Tapi saya sekarang tidak melihat dari itu, mau yang pergi atau pemain yang tinggal, yang penting bagaimana saya membenahinya," kata Syamsuddin Batolla

"Pemain itu yang terpentng mau kerja keras untuk tim, itu yang saya harapkan kepada semua pemain dan saya terapkan di latihan-latihan," sambungnya.

Syamsuddin juga menyebut dengan 100 pemain lokal, timnya memiliki semangat juang yang tinggi.

"ya itulah namanya ciri khas Makassar, yaitu keras dan cepat, tapi tidak terlepas dari fair play. Nah, itu yang memang terlihat tim ini dan saya selalu berikan semangat antara lain," ucapnya.

Lebih lanjut, Syamsudin mengungkap kata-kata yang selalu ia ucapkan di kamar ganti. Kata-kata tersebut terbukti mampu memacu motivasi para pemainnya untuk tampil ganas.

“Saya cuma katakan ke pemain bahwa ini pekerjaan kita, jadi kalau kalian main yang bagus pasti nilaimu akan terangkat. nah itu yang saya terangkan karena kita punya pekerjaan," ucapnya.

"Saya pun sebagai pelatih ini juga pekerjaan saya, taruhlah saya harus kerja keras bagaimana menampilkan kalian harus tampil maksimal. itu yang saya tekankan ke pemain," jelasnya.

Penampilan ngotot PSM pun diakui pelatih Persija, Sudirman. Dia menyebut PSM punya loyalitas dalam bermain, selalu memberikan pressing lawan ketat. Dan, hal itu yang selalu mereka waspadai.

"Tidak hanya itu saya pikir lawan PSM, mental lebih berpengaruh untuk memenangkan pertandingan. Apalagi semifinal harus dibutuhkan mental juara untuk memenangkan pertandingan," kata Sudirman.

Lebih lanjut, Sudirman menekankan agar pemainnya tidak melakukan kesalahan. Sebab, karena itulah mereka tumbang di fase grup kemarin.

“Persiapan kami lawan PSM leg pertama ini sudah siap. Kami sudah pernah lawan mereka dan tahu permainan mereka seperti apa. Kami akan bermain maksimal, tak ingin berbuat kesalahan sama seperti dua gol PSM yang merupakan kesalahan kita,” ucapnya.