Wastafel Otomatis untuk Mengurangi Penularan Virus COVID-19

Syahdan Nurdin, nurilhuda3333-113
·Bacaan 3 menit

VIVA – Inovasi program kerja dari Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa - Kelompok 95 Univesitas Muhammadiyah Malang membuat wastafel cuci tangan otomatis untuk menunjang pencegahan penularan virus covid-19 di Desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Di Indonesia, kasus covid-19 terus meningkat dari hari ke hari. Hal yang sama terjadi di Kabupaten Malang. Tidak bisa dipungkiri, akibat pandemi saat ini, aktivitas masyarakat pun terganggu. Termasuk aktivitas yang ada di Desa Tulusbesar Kabupaten Malang. Semua warga tidak berani beraktivitas karena takut tertular covid-19.

Covid-19 sangat mudah menular melalui tangan kita karena tanpa kita sadari, tangan kita sering menyentuh sesuatu. Sebelum kita mencuci tangan, tentu kita membuka keran air terlebih dahulu, begitu juga sesudahnya. Tangan kita yang bersih menjadi kotor lagi akibat menutup keran air dan hal tersebut meningkatkan potensi penularan covid-19.

Bayangkan berapa banyak orang yang menyentuh keran air sebelumnya. Membersihkan keran air sering diabaikan, padahal hal tersebut sebenarnya sangat krusial.

Di Pedesaan, fasilitas yang digunakan masih cenderung manual. Modernisasi fasilitas pedesaan sangat diperlukan untuk perkembangan zaman, dan sejalan dengan penggunaan teknologi yang lebih banyak pada saat pandemi dibandingkan sebelum pandemi.

Hal ini lah yang menjadi keresahan mahasiwa Universitas Muhammadiyah Malang untuk melakukan kegiatan PMM (Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa) kelompok 95 yang beranggotakan Aldino Ghozi Heriyanto, Muhammad Nuril Huda, Robbi Adam Aditya, A Wildani Nuruzaman, Dwi Widanto melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Tulusbesar dengan membawa misi memodernisasi fasilitas di faktor kebersihan.

Kamis (2/3) lalu, kelompok-95 PMM Universitas Muhammadiyah Malang mendatangi Balai Desa dengan penuh kesungguhan hati untuk berkoordinasi dan mendapatkan izin penyelenggaraan kegiatan PMM, serta mengajukan pertanyaan seputar cuci tangan di Desa. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar tempat cuci tangan masih menggunakan sistem manual, kelompok kami PMM 95 berinisiatif mendirikan tempat cuci tangan otomatis dan menyerahkannya kepada aparat desa.

Setelah proses Tanya jawab, tim PMM UMM 95 mulai membahas dan mendesain wastafel cuci tangan dan merujuk pada hasil tanya jawab yang sudah dilakukan, proses mendesain berlangsung cukup singkat yaitu satu hari, selanjutnya melakukan pengumpulan,pembelian alat dan bahan yang berlangsung selama tiga hari.

Pada tahap selanjutnya PMM UMM 95 melakukan proses perakitan wastafel cuci tangan otomatis yang berlangsung selama empat hari. Setelah proses perakitan, evaluasi dilaksanakan oleh perangkat desa, Sirat Yudin (Sekertaris Desa Tulusbesar).

Hari Kamis (25/3) tim datang ke Desa Tulusbesar untuk memasang alat, sosialisasi kepada perangkat desa dan ibu-ibu PKK terhadap pembuatan wastafel cuci tangan otomatis yang telah dibuat.

Aldino selaku koordinator PMM UMM 95 mengatakan, alat cuci tangan otomatis ini sangat membantu untuk mengurangi penyebaran covid-19 dan pembuatan alat ini cukup mudah dan terjangkau untuk kebutuhan rumah tangga dan tempat umum. Harapannya alat dan sosialisasi ini dapat berguna bagi masyarakat khususnya masyarakat yang berada di Desa Tulusbesar.

“Kami akan support terus pengadaan alat ini sebagai bentuk kepedulian terhadap penyebaran covid-19 yang berada di Desa Tulusbesar,” jelas Aldino.

Wastafel otomatis ini menuai banyak pujian dan ucapan terima kasih dari Kepala Desa serta jajaranya dan para ibu - ibu PKK, Sirat Yudin salah satunya. Ia mengatakan, terima kasih banyak mahasiswa - mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang dalam pengabdiannya di Desa Tulusbesar, terima kasih wastafel yang diberikan ini, alatnya bagus. “Semoga akan dimanfaatkan dengan baik oleh kami dan juga kami meminta untuk dibuatkan lagi jika kami membutuhkan,” ujarnya.

Dengan adanya alat dan sosialisai ini, sangat memungkinkan seluruh warga dapat mengurangi penyebaran covid-19 dan membuat wastafel secara mandiri. Wastafel ini sangat terjangkau jika dibandingkan dengan wastafel otomatis yang berada di toko-toko. Adanya wastafel ini juga tidak menutup kemungkinan membuka peluang usaha bagi warga di desa tersebut untuk membuat wastafel dan menjual wastafel sebagai ladang usaha yang baru.

Adapun alat otomatis lain yang akan dikembangkan oleh tim PMM UMM 95 dalam waktu ke depan sebagai bentuk dukungan dalam terhadap kesehatan Desa Tulusbesar. Sekaligus mewujudkan Desa Tulusbesar yang bersih dan sehat.