Wat Chalong, Kuil Bersejarah Terbesar di Phuket

Wat Chalong adalah kuil Buddha paling penting di Phuket. Bila belum mengunjungi Wat Chalong, Anda bisa dikatakan belum sampai di Phuket.

Wat Chalong terletak di Tambol Chalong (atau Kecamatan Chalong) di Distrik Mueang Phuket. Kuil ini didedikasikan untuk dua biksu, Luang Pho Chaem dan Luang Pho Chuang. Dibangun pada 1837, kuil ini meyimpan banyak sejarah dan legenda. Diceritakan bahwa kuil dan para biksunya memegang peranan penting dalam pertempuran melawan pemberontakan Angyee di tahun 1876 pada masa pemerintahan Raja Rama V.
Wat Chalong adalah kuil yang paling banyak dikunjungi di Phuket.
Dari kejauhan, kemegahan Wat Chalong sudah terlihat. Kompleksnya terdiri dari banyak bangunan. Hampir semuanya bernuansa warna keemasan, seperti layaknya kuil-kuil lain di daratan Indocina.
Di dalam bangunan ini, orang-orang Thailand berdoa.
Walaupun ada bagian yang merupakan peninggalan masa lalu, ada beberapa tambahan baru di kompleks kuil ini, antara lain chedi atau pagoda berukuran 61,4 meter yang berisi peninggalan Phra Borom Sareerikatat, sepotong tulang Buddha yang dibawa dari Sri Lanka.

Potongan tulang tersebut dibawa pada 1999 dan disimpan di dalam chedi pada 2002 dalam upacara kehormatan yang dipimpin Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn, yang mewakili Raja.
Patung Buddha dalam berbagai posisi.
Memasuki kompleks kuil, saya disambut suara petasan bersahutan. Maklum, banyak wisatawan beragama Buddha yang membeli serta membakar petasan sebagai bentuk doa mereka. Bangunan utama yang saya jumpai pertama adalah aula penahbisan, tempat para biksu baru diambil sumpahnya. Bangunan ini biasanya tidak dibuka untuk umum.

Di depan bangunan penasbihan, ada aula tempat berdoa. Di sini terdapat beberapa patung gajah, yang merupakan binatang nasional Thailand. Di sini biasanya penuh dengan pengunjung berkewarganegaraan Thailand yang tengah berdoa di depan altar. Banyak di antara mereka yang membakar hio sembari berlutut. Saya tak lupa melepas alas kaki ketika masuk ke tempat ini.

Bangunan utama ke dua tentu saja chedi atau pagoda. Di sinilah potongan tulang Buddha disimpan. Saya menaiki chedi ini hingga ke atas, dari sana dapat terlihat pemandangan di sekitar kompleks Wat Chalong.

Interior chedi juga didominasi warna keemasan. Yang paling menarik adalah banyak patung Buddha dengan berbagai posisi. Ada yang tidur, duduk bersila, dan berdiri. Akan terlihat juga banyak pengunjung tengah berdoa. Selain membakar hio, mereka juga membeli bunga untuk diletakkan di atas altar.

Salah satu hal yang harus diingat adalah walaupun sebagai wisatawan, kita tidak boleh lupa bahwa objek wisata yang kita kunjungi adalah tempat ibadah. Oleh karena itu, sebaiknya Anda tidak mengenakan pakaian yang terlalu minim, seperti rok pendek, celana pendek, maupun baju tanpa lengan. Bila memang Anda berniat pergi ke pantai setelah mengunjungi kuil, ada baiknya membawa kain pantai yang dapat dililitkan bila perlu.

Kunjungan ke Wat Chalong dapat digabungkan dengan kunjungan ke Big Buddha, yang hanya berjarak sekitar 6 km. Keduanya merupakan tempat ibadah sekaligus objek wisata penting di Phuket.

Kunjungi juga blog perjalanan Olenka di www.backpackology.me.

Baca juga:

Merengkuh harmoni di Bukit Kasih
Ngobaran, pantai berbagai keyakinan
Sebuah kota dari tanah liat
[GALERI] Candi-candi terindah di Asia
[GALERI] Tujuan wisata belanja yang menyediakan makanan halal

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.