Watermark adalah Tanda Samar pada Karya, Ketahui Fungsi dan Cara Membuatnya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Watermark adalah sebuah tanda yang ada di dalam kertas, yang tampak samar-samar jika terkena sinar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Secara umum, watermark adalah hak cipta yang dimiliki oleh seorang konten kreator, agar karyanya tidak dicuri atau diklaim oleh orang lain.

Secara bahasa watermark berasal dari dua kata dalam bahasa inggris, yaitu “water” yang berarti air, dan “mark” yang berarti tanda atau menandai. Sementara secara istilah, watermark adalah sebuah logo atau sama dengan identitas dari si pencipta karya tersebut. Watermark biasanya ada pada uang kertas. Fungsi watermark pada uang ini adalah sebagai penanda uang tersebut legal.

Pada era digital ini, watermark tak hanya digunakan sebagai tanda dalam uang kertas saja. Namun, watermark juga dapat digunakan di dalam sebuah karya digital seperti contohnya foto, ilustrasi, video, serta desain-desain digital yang lainnya.

Berikut ini ulasan mengenai pengertian watermark beserta fungsi, jenis, bentuk, dan cara membuatnya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (8/11/2021).

Pengertian Watermark

Ilustrasi Pantau Rupiah (Liputan6.com/Andri Wiranuari)
Ilustrasi Pantau Rupiah (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Watermark adalah sebuah penanda yang mengkreasikan atau membuat sebuah karya. Dengan hal ini, sebuah karya tak akan bisa diklaim atau digunakan seenaknya. Dengan menggunakan watermark, maka Anda tak perlu ragu untuk membagikan karya fotografi di sosial media karena orang akan berpikir dua kali untuk mengambil foto Anda tanpa izin.

Dibandingkan dengan menggunakan PC ataupun laptop, membuat dan menambahkan watermark juga bisa kita lakukan sekarang dengan mudah hanya melalui smartphone. Maka dari itu, tak ada alasan lagi jika kita tak bisa membuat watermark tersebut guna melindungi hasil karya-karya kita dan khawatir dicuri orang lain.

Fungsi Watermark

Ilustrasi Menggambar Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio
Ilustrasi Menggambar Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

Watermark sangat penting dalam membuat sebuah konten atau karya. Sebab watermark memiliki fungsi utama untuk melindungi hasil karya atau konten, agar tidak di klaim atau dicuri orang lain. Selain watermark digunakan untuk penanda karya asli dari sang pencipta, watermark juga memiliki fungsi sebagai sarana promosi seperti logo. Baik untuk promosi perusahaan yang menciptakan karya atau konten tersebut, dan juga untuk promosi diri sendiri sebagai pencipta karya atau konten.

Watermark yang tampak pada sebuah karya atau konten, bisa membuat penikmat karya mudah mengenali karya yang kamu buat. Hal ini juga bisa membuat karya Anda mudah untuk dicari, dan membuat karya dan nama Anda lebih populer dikalangan penikmat karya.

Jenis Watermark

Prangko hasil ilustrasi seniman Swedia Henning Trollback yang menggambarkan aktivis lingkungan remaja Greta Thunberg ditempelkan pada amplop di Stockholm pada 15 Januari 2021. Perilisan ini sebagai bagian dari seri prangko yang berfokus pada lingkungan. (Jonathan NACKSTRAND/AFP)
Prangko hasil ilustrasi seniman Swedia Henning Trollback yang menggambarkan aktivis lingkungan remaja Greta Thunberg ditempelkan pada amplop di Stockholm pada 15 Januari 2021. Perilisan ini sebagai bagian dari seri prangko yang berfokus pada lingkungan. (Jonathan NACKSTRAND/AFP)

Watermark dibedakan ke dalam dua jenis, yaitu watermark yang dapat dilihat dengan mata, serta juga watermark yang tak kasat oleh mata. Watermark yang terlihat oleh mata biasanya digunakan di dalam pembuatan konten untuk menandai konten tersebut telah miliki hak cipta.

Watermark yang bisa dilihat oleh mata ini biasanya digunakan dalam menandai sebuah karya foto, video, tulisan, lagu ataupun karya yang lainnya. Jenis watermark ini hampir sama dengan logo yang ditempel pada karya tersebut, yang bisa berupa nama pencipta, inisial pencipta, ataupun tanda tangan dari pencipta.

Lalu, jika watermark tak kasat mata merupakan watermark yang dibuat dengan menggunakan teknik tertentu, sehingga haruslah dilihat dengan alat seperti sinar. Watermark yang tak kasat mata bisa kita temukan pada uang kertas, yang juga hanya bisa dilihat dengan bantuan cahaya.

Bentuk serta Ukuran dari Watermark

(Foto:  Shutterstock)
(Foto: Shutterstock)

Watermark adalah sebuah penanda pada suatu hasil karya oleh si penciptanya. Watermark sendiri juga tak dibuat asal-asalan, namun sebenarnya watermark juga tak memiliki bentuk serta ukuran yang khusus. Watermark dibuat sesuai dengan yang dikehendaki oleh penciptanya, yang dapat juga berupa inisial nama, nama pencipta, foto 3D dari si pencipta, ataupun tanda tangan dari si penciptanya.

Watermark sendiri juga miliki banyak bentuk yang sama halnya dengan logo, yang memiliki bentuk lingkaran, persegi hingga bentuk hati. Namun, watermark ini juga bisa dibentuk sesuai dengan bentuk yang diinginkan oleh penciptanya. Baik itu bentuk seperti awan, pelangi, ataupun bintang.

Untuk masalah ukuran, biasanya watermark akan dibuat dalam bentuk 1 banding 1, ataupun 1:1 agar bentuknya presisi. Watermark yang ada pada sebuah konten ukurannya juga tak boleh lebih besar dari konten yang dibuat oleh penciptanya.

Tujuannya adalah agar watermark tersebut berukuran tak terlalu besar yang dapat miliki kemungkinan dapat menutupi isi dari konten tersebut. Selain itu, watermark sendiri juga bisa dibuat dengan transparan tapi juga masih bisa dilihat, serta ditaruh di pojokan konten tersebut.

Cara Membuat Watermark

Microsoft Word (sumber: liputan6)
Microsoft Word (sumber: liputan6)

1. Cara Membuat Watermark di Smartphone

  1. Pertama, unduh aplikasi Add Watermark Free yang tersedia pada Google Play Store secara gratis. Lalu, tambahkan foto dengan tap ikon + yang ada dan pilih Load Image untuk memilih gambar. Selanjutnya, cari foto ataupun gambar pada direktori yang sesuai, selanjutnya tap OK.

  2. Langkah selanjutnya, Anda bisa atur watermark yang hendak di buat, mulai dari tulisan hingga gambar, serta jangan lupa untuk atur ketebalan, ukuran, rotasi, serta posisi dari watermark dengan mengatur pada slider.

  3. Yang terakhir, ketuk send serta pilih direktori untuk simpan foto. Tekan tanda checklist pada bagian bawah layar untuk dapat memulai proses penambahan watermark. Secara otomatis nantinya foto ataupun gambar yang telah diberi watermark akan tersimpan dan Anda kini bisa tenang untuk membagikannya di media sosial.

2. Cara Membuat Watermark di Word

a. Watermark Berupa Gambar

  • Buka dokumen yang ingin diberikan watermark.

  • Klik Design, lalu pilih opsi Watermark.

  • Pilih menu Custom Watermark.

  • Klik Picture Watermark, lalu pilih Select Picture.

  • Pilih opsi Browse pada menu From a file.

  • Pilih gambar watermark yang hendak digunakan, lalu klik Insert.

  • Klik OK untuk menggunakan watermark.

b. Watermark Berupa Teks

  • Buka dokumen yang ingin diberikan watermark.

  • Klik Design, lalu pilih opsi Watermark.

  • Pilih menu Custom Watermark.

  • Klik Text Watermark.

  • Selanjutnya, isikan teks, jenis tulisan, ukuran tulisan pada bagian kolom Text Watermark.

  • Klik OK untuk menggunakan watermark.

3. Cara Membuat Watermark di Video

Cara membuat watermark di video adalah dengan menggunakan aplikasi. Ada banyak aplikasi yang ditawarkan, salah satunya OpenShot. OpenShot adalah video editor gratis dan open source dengan kemampuan untuk memungkinkan Anda menambahkan watermark ke video dengan cepat. Anda dapat mengimpor gambar dari komputer Anda sebagai watermark atau mengetik teks Anda sendiri lalu menambahkannya ke video. Aplikasi ini menawarkan banyak cara untuk menyesuaikan watermark. Misalnya, opsi untuk mengubah tingkat transparasi dan durasi watermark Anda. Anda bebas menambahkan lebih dari watermark jika mau karena ada beberapa trek pengeditan di alat tersebut. Membuat watermark dengan menggunkan aplikasi OpenShot sangat mudah, yaitu:

  1. Buka aplikasinya.

  2. Muat file video yang dibutuhkan.

  3. Dan letakkan watermark yang sudah Anda buat di tempat yang Anda inginkan.

  4. Setelah itu di export.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel