Wawali Denpasar: Mahasabha Arya Kanuruhan pererat persatuan

Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan pelaksanaan mahasabha (rapat akbar) ke-3 Pratisentana Sira Arya Kanuruhan dapat menjadi landasan untuk mempererat persatuan umat di tengah perbedaan.

"Tentunya rasa persatuan yang terjalin baik, sesama umat Hindu maupun dengan umat beragama lainnya," kata Arya Wibawa saat menghadiri mahasabha tersebut di Wantilan Pura Agung Besakih, Amlapura, Jumat.

Dengan rasa persatuan yang terjalin baik, lanjut dia, akan mendukung setiap derap pembangunan, seperti halnya yang sudah diterapkan di Kota Denpasar.

Baca juga: Menteri Agama buka Mahasabha X "Pasemetonan MGPSSR" di Bali

Kegiatan mahasabha tersebut, menghadirkan seluruh keluarga besar Pratisentana Sira Arya Kanuruhan sebagai salah satu klan di Bali, yang terdiri atas pengurus pusat maupun pengurus kabupaten/kota se-Bali.

Hadir dalam acara tersebut, Ida Sri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun dan Ida Dalem Semara Putra Puri Agung Klungkung serta Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.

Selain itu, juga dihadiri Bupati Karangasem I Gede Dana, Bupati Gianyar Agus Mahayastra, Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa serta perwakilan bupati se-Bali dan undangan lainnya.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengatakan sebagai masyarakat Bali harus mengingat dan menjaga bhisama yang telah digariskan leluhur.

"Kerukunan antar-umat harus terus diberi motivasi, baik internal maupun eksternal. Kita harus terus kuatkan solidaritas sebagai krama (masyarakat) Bali dalam membangun daerah sesuai dengan jati diri kita," ucap pria yang biasa disapa Cok Ace itu.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pratisentana Sira Arya Kanuruhan I Wayan Geredeg didampingi Ketua Panitia I Wayan Artha Dipa mengatakan pelaksanaan mahasabha ini melaksanakan musyawarah terkait hal yang berkaitan dengan AD & ART, kemudian menyempurnakan sebagai kebutuhan Pratisentana Sira Arya Kanuruhan.

Baca juga: Jelang KTT G20, Pemkab ajak warga jaga keamanan Kuta

Baca juga: Sektor pariwisata Bali terus pulih terlepas dari dampak pandemi

Pelaksanaan ini merupakan amanat dari Mahasabha ke-2 pada 26 April 2015. Setelah sempat ditunda karena pandemi COVID-19, mahasabha kali ini diharapkan menghasilkan keputusan untuk mewujudkan kebersamaan asah asih asuh dalam kesatuan.

"Melalui mahasabha diharapkan semakin mempererat hubungan dan menjaga kerukunan antar-umat di Bali serta menjadi fokus dalam fungsi mendukung setiap program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah," katanya.