Wawali minta posko kesehatan di Asrama Haji Surabaya jadi prioritas

Wakil Wali Kota Surabaya Armuji meminta kesiapan posko kesehatan menjadi prioritas saat mengunjungi jamaah calon haji asal Surabaya di Asrama Haji, Sukolilo, Kota Pahlawan, Jawa Timur, Selasa.

"Posko kesehatan perlu jadi prioritas mengingat panjangnya prosesi ibadah haji mulai keberangkatan hingga pemulangan kembali," kata Wakil Wali Kota (Wawali) Armuji saat mengunjungi jamaah calon haji asal Surabaya.

Selain itu, Armuji juga mengimbau agar para jamaah haji asal Surabaya mengikuti anjuran panitia penyelenggara ibadah haji untuk menjamin kelancaran.

Selain itu, dia juga meminta agar kesiapan posko kesehatan menjadi prioritas mengingat panjangnya prosesi ibadah haji mulai keberangkatan hingga pemulangan kembali.

Baca juga: 1.179 calon haji embarkasi Padang telah tiba di Tanah Suci

Baca juga: Kemenko PMK imbau jamaah calon haji manfaatkan KKHI

Sesuai dengan keterangan dari Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur, untuk jamaah calon haji asal Surabaya, porsi kuotanya sebanyak 1.344 jamaah dari total di Provinsi Jawa Timur dengan kuota 16.048 jemaah.

Mereka tersebar dalam 10 kloter. Untuk pemberangkatan gelombang pertama, ada kloter 2, 5, 6, 7, 8, 9, dan 10. Sedangkan kloter 36, 37, dan 38 dijadwalkan berangkat pada gelombang kedua.

"Semoga ini menjadi penyemangat bagi kita semua, tadi saya menemui jamaah yang usianya 64 tahun 11 bulan jadi nanti waktu genap 65 tahun di Tanah Suci," kata Armuji.

Beberapa persyaratan tambahan yang berlaku di antaranya umur jamaah calon haji maksimal 65 tahun, sudah mendapatkan vaksin lengkap yang diakui oleh pihak Kementerian Kesehatan serta hasil tes usap PCR harus negatif 72 jam sebelum berangkat.

Baca juga: Belasan koper milik jamaah kloter 5 beratnya melebihi kapasitas

Baca juga: Jamaah haji jangan lupa berdoa di Raudhah tempat yang mustajab

Ketua Rombongan 10 Kloter 5 dari Surabaya Andi Hariadi mengungkapkan rasa syukurnya untuk bisa berangkat haji pada tahun 2022 ini.

"Kalau daftar waktu tunggunya 10 tahun, lalu akibat pandemi 2 tahun jadi ditotal 12 tahun. Kami bersyukur bisa berangkat haji di tahun 2022," ujar Andi.

Andi mengatakan, pihaknya membutuhkan waktu selama tiga bulan untuk mempersiapkan fisik dan mental untuk berangkat ibadah haji dengan mengikuti program yang ada di KBIH Muhammadiyah seperti doa yang digunakan selama ibadah haji hingga simulasi melempar jumrah yang sesuai dengan syariat Islam, serta menjaga akhlak mulia serta sabar.

"Kami juga doakan agar warga Kota Surabaya tetap rukun, kondusif dan selalu saling membantu dalam kebaikan," kata dia.

Baca juga: 13 calon haji sempat tertunda keberangkatannya karena positif COVID-19

Baca juga: Jamaah calon haji diingatkan untuk batasi aktivitas luar ruangan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel