Wawancara adalah Kegiatan Mencari Informasi, Pahami Jenis dan Tujuannya

·Bacaan 3 menit

Wawancara adalah kegiatan tanya jawab peneliti dengan narasumber atau orang yang diwawancarai. Kegiatan ini biasanya bisa kamu temui dalam berbagai acara di televisi, radio, berita di koran, hingga sekarang juga banyak bermunculan di internet, seperti di YouTube.

Tanya jawab antara pewawancara dan narasumber ini bertujuan untuk mendapatkan sebuah informasi, pendapat, data, dan keterangan. Keterampilan wawancara sangat dibutuhkan oleh orang-orang yang memiliki cita-cita menjadi wartawan, peneliti, hakim, dan berbagai profesi lainnya.

Wawancara adalah keterampilan berbicara yang diperlukan di masyarakat. Kegiatan ini memang identik dengan dunia jurnalistik. Dalam menyusun karya jurnalistik, wawancara merupakan tahapan yang tak boleh dilewatkan. Wawancara sangat penting demi mendapatkan sumber data jurnalistik yang valid.

Untuk lebih jelasnya, Fimela.com kali ini akan mengulas secara lengkap mengenai wawancara beserta jenis dan tujuannya. Dilansir dari Liputan6.com, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Seputar Kegiatan Wawancara

Ilustrasi Wawancara Credit: pexels.com/Zuro
Ilustrasi Wawancara Credit: pexels.com/Zuro

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesa, wawancara adalah tanya jawab dengan seseorang (pejabat dan sebagainya) yang diperlukan untuk dimintai keterangan atau pendapatnya mengenai suatu hal, untuk dimuat dalam surat kabar, disiarkan melalui radio, atau ditayangkan pada layar televisi.

Sederhanya, wawancara adalah tanya jawab peneliti dengan narasumber. Secara umum, kata wawancara mengacu pada percakapan satu lawan satu, antara seseorang yang bertanya atau pewawancara, dan seseorang yang menjawab atau narasumber.

Kamu juga perlu mengenali pengertian wawancara dari para ahli. Menurut Sudjana, wawancara adalah proses pengumpulan data atau informasi melalui tatap muka antara ditanya atau penjawab.

Sedangkan menurut Esterberg, wawancara adalah suatu pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikontruksikan makna dalam suatu topik tertentu.

Blaxter menyatakan bahwa metode wawancara melibatkan pengajuan pertanyaan atau pembahasan hal-hal dengan orang-orang yang bersangkutan dengan penelitian. Metode ini dapat menjadi teknik yang bermanfaat dalam pengumpulan data yang mungkin tidak dapat diakses dengan menggunakan teknik-teknik observasi.

Unsur-Unsur Wawancara

Ilustrasi Wawancara Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio
Ilustrasi Wawancara Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

Adapun unsur-unsur wawancara, seperti berikut ini:

Pewawancara. Orang yang mencari informasi dan berperan sebagai penanya.

Narasumber. Orang yang diwawancarai atau informan. Narasumber atau informan berperan sebagai penjawab pertanyaan atau pemberi informasi. Narasumber yang diwawancarai biasanya merupakan seseorang yang memiliki keterkaitan dengan perihal informasi yang diperlukan. Dalam hal ini, narasumber dapat berupa tokoh, ahli, atau orang biasa.

Tema. Perihal yang diwawancarakan. Tema sangat berperan dalam kegiatan wawancara. Dalam hal ini, tema menjadi pokok sekaligus pembatasan hal-hal yang dibicarakan.

Waktu dan Tempat. Janji yang disepakati mengenai waktu dan tempat.

Jenis-Jenis Wawancara

Ilustrasi Wawancara Credit: pexels.com/cottonbro
Ilustrasi Wawancara Credit: pexels.com/cottonbro

Dilansir dari Liputan6.com, jenis-jenis wawancara adalah sebagai berikut:

Wawancara Serta Merta atau Fleksibel

Wawancara serta merta merupakan wawancara yang dilakukan dalam situasi yang alamiah. Tak heran bila kemudian prosesnya terjadi seperti obrolan biasa tanpa pertanyaan panduan khusus. Jenis wawancara ini bersifat fleksibel dan peneliti atau pewawancara dapat mengikuti minat dan pemikiran partisipan.

Pewawancara dengan bebas menanyakan berbagai pertanyaan kepada partisipan dalam urutan manapun bergantung pada jawaban. Hal ini dapat ditindaklanjuti, tetapi peneliti juga mempunyai agenda sendiri yaitu tujuan penelitian yang dimiliki dalam pikirannya dan isu tertentu yang akan digali.

Wawancara dengan Petunjuk Umum

Wawancara dengan petunjuk umum adalah wawancara dengan berpedoman pada pokok-pokok atau kerangka permasalahan yang sudah dibuat terlebih dahulu. Beberapa keterbatasan pada wawancara jenis ini membuat data yang diperoleh tidak kaya.

Jadwal wawancara berisikan sejumlah pertanyaan yang telah direncanakan sebelumnya. Tiap partisipan ditanya pertanyaan yang sama dengan urutan yang sama pula. Jenis wawancara ini biasanya lebih menyerupai kuesioner survei tertulis.

Tujuan Wawancara

Ilustrasi Wawancara Credit: pexels.com/Edmond
Ilustrasi Wawancara Credit: pexels.com/Edmond

Tujuan wawancara adalah untuk mendapatkan informasi di mana sang pewawancara melontarkan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh orang yang diwawancarai. Tujuan wawancara menurut Zainal (2010) adalah sebagai berikut:

  • Untuk memperoleh informasi secara langsung guna menjelaskan suatu hal atau situasi dan kondisi tertentu.

  • Untuk melengkapi suatu penelitian atau penyelidikan ilmiah.

  • Untuk memperoleh data agar dapat memengaruhi situasi atau orang tertentu.