Wawancara Bersama Presiden Persita: Kerja Sama dengan Akademi Sepak Bola Portugal Paling Tepat

Bola.com, Jakarta - Beberapa waktu lalu Presiden klub Persita Tangerang, Ahmed Rully Zulfikar, melakukan kunjungan ke Eropa, tepatnya di Portugal.

Dirinya bersama para rombongan membawa visi dan misi klub, dalam rangka membangun akademi sepak bola yang berkualitas. Kunjungan ini juga diinisiasi oleh Kedubes Republik Indonesia untuk Portugal, Bapak Rudi Alfonso.

Ditemani oleh Direktur Teknik sekaligus pelatih Persita U-20, Luis Edmundo Duran, Rully berkunjung ke tiga tim Portugal yang dikenal sukses menciptakan banyak pemain-pemain top dunia, yaitu Sporting Portugal, Benfica, dan FC porto.

Banyak ilmu dan pelajaran yang didapat delegasi Persita dalam lawatan ke negara yang menghasilkan nama-nama dunia seperti Luis Figo, Rui Costa hingga pemain bintang dunia Cristiano Ronaldo itu.

Berikut petikan wawancara bersama Ahmed Rully Zulfikar seperti dilansir dari situs resmi klub persitafc.com tentang hasil pertemuannya dengan klub-klub top Portugal.

 

 

Tujuan ke Portugal

Rombongan Persita saat berkunjung ke Portugal. (Istimewa)
Rombongan Persita saat berkunjung ke Portugal. (Istimewa)

Apa tujuan utama perjalanan ke Portugal?

Saya dan tim ingin belajar banyak mengenai pembinaan sepakbola di Portugal, agar bisa kita adopsi di Persita Tangerang. Portugal adalah negara yang sangat cocok untuk itu, karena mereka memiliki kultur hampir sama dengan di Indonesia. Begitu juga dengan Spanyol.

Selain itu seperti yang kita ketahui saat ini sudah banyak pemain top dunia datang dari klub seperti Sporting, Benfica dan Porto. Dalam satu dekade terakhir mereka lebih banyak menciptakan banyak pemain top ketimbang Spanyol, secara akademi pun mereka lebih dinamis dan bisa diterapkan di Persita.

Ekspor pemain Portugal pun lebih banyak saat ini di liga top Eropa. Kita bisa melihat banyak pemain Portugal di liga Inggris, Jerman untuk saat ini.

Mengapa memilih Portugal bukan negara lain?

Dari segi postur para pemain Portugal hampir sama dengan Indonesia, 170-180 cm. Jika kita adopsi ke klub Inggris dan Jerman itu sangat sulit karena sudah jauh dari segi postur.

Artinya dari pola permainan dan juga segi strategi bisa kita jalankan nanti adalah dari Portugal. Selain itu tiga klub Portugal dengan tangan terbuka ingin bekerja sama dengan Persita. Berbeda bisnis model dengan klub asal Spanyol.

Bagaimana respons mereka dengan kehadiran Persita dalam kunjungan itu?

Ketiga tim itu sangat menyambut baik sekali kunjungan dari kami, mereka ingin bermitra dengan Persita. Kemungkinan kita akan menjalin kerja sama dengan satu dua tim itu.

Saat ini baik kami sedang dalam proses untuk pengerjaan proposal kerjasama ini. Sembari itu kita juga terus mengejar dan menyiapkan infrastruktur di sini. Kemungkinan jika ada kabar dari tim Portugal kita akan putuskan memakai tim yang mana, tiga klub itu memiliki pembinaan yang bagus dan cara yang berbeda

 

 

Sistem Berbeda

Ilustrasi pemain Porto. (AP Photo/Luis Vieira)
Ilustrasi pemain Porto. (AP Photo/Luis Vieira)

Jadi tiga klub itu memiliki sistem yang berbeda dalam hal pembinaan pemain muda?

Ya betul. Seperti Porto yang sudah memiliki kerja sama di beberapa negara, seperti di Amerika Serikat. Akademi mereka bernama Dragon Force.

Sporting Portugal menarik buat saya karena mereka memiliki cara pembinaan yang bagus, sesuai dengan yang kita rencanakan. Dalam akademi, mereka membentuk karakter, teamwork, mental, disiplin dan seperti yang kita ingin rencanakan.

Jadi para pemain akademi mereka tetap akan menjalani pendidikan di sekolah umum. Nutrisi juga penting. Sporting mau memberikan ilmunya kepada Persita. Mulai dari tim U-16.

Pendidikan itu sangat penting, begitu juga di Persita. Pendidikan nomor satu, supaya dari usia dini mereka dididik disiplin. Fisik dan taktik bisa dibentuk, tapi intelegensi didapat dari akademis.

Di tim U-16 nantinya akan menjadi batasan untuk pemandu bakat melihat kelayakan para pemain untuk ke jenjang profesional.

 

 

 

Kagum Lihat Fasilitas, Infrastruktur, dan Pengembangan Akademi

Liga 1 - Ilustrasi Logo Persita Tangerang BRI Liga 1 (Bola.com/Adreanus Titus)
Liga 1 - Ilustrasi Logo Persita Tangerang BRI Liga 1 (Bola.com/Adreanus Titus)

Kesan Anda melihat fasilitas, infrastruktur, dan pengembangan akademi di sana?

Luar biasa, bagaikan langit dan bumi, maaf dengan di Indonesia. Fasilitas mereka sangat terawat, bersih dan mengakomodir semua pemain muda di akademi. Teknologi pun mereka pakai dalam memantau perkembangan pemain tiap harinya.

Dan yang sangat luar biasa dari tim-tim Portugal adalah dukungan dari para suporter untuk membangun klub mereka. Sebagai contoh, Benfica membangun stadion berkat dukungan finansial dari para suporter mereka sendiri. Nama-nama suporter pun diapresiasi di sebuah dinding stadion.

Kompleks akademi mereka terpisah berjarak beberapa jam perjalanan dari stadion klub. Mereka sangat menjaga nutrisi para pemain muda yang kelak menjadi aset klub di masa mendatang. Lihat saja seperti transfer Joao Felix yang menjadi salah satu pemain muda termahal dalam sejarah sepak bola profesional.

Selain itu rata-rata suporter klub Portugal membeli tiket secara musiman. Bahkan tiket musiman sudah terjual 90 persen di awal musim.

 

Pemain Muda Persita Berlatih di Portugal

Jika kerja sama ini terjalin berarti akan ada pemain muda Persita yang nantinya berlatih di klub Portugal?

Aset sebuah klub adalah pemain. Bagaimana cara mereka menciptakan pemain bintang untuk kelak dijual ke klub lain. Dan itu lumrah untuk membantu keuangan klub agar lebih sehat.

Tentu banyak yang bisa kita pelajari dan terapkan untuk Persita. Kita banyak belajar dari Portugal dan untuk kedepannya bisa menjadi lebih baik.

Mereka juga sangat antusias dalam memberikan ilmu kepada Persita jika kerja sama ini terjalin. Nantinya pada saat musim panas kita bisa mengirim pemain muda terbaik kita ke sana untuk berlatih di Portugal.

Disana para pemain akan mendapat pengalaman terbaik dalam berlatih. Pasti ada satu-dua pemain Indonesia yang memiliki talenta spesial dan menjadi kewajiban kita dalam menggali potensi mereka. Selain itu sistemnya harus tepat dalam proses itu. Makanya kita harus menyiapkan infrastruktur untuk menjalankan itu.