Wawancara Eksklusif Dikri Yusron: Obyektivitas Javier Roca Bikin Betah di Persik

Bola.com, Jakarta - BRI Liga 1 2022/2023 akan menjadi musim kedua bagi Dikri Yusron Afafa mengawal gawang Persik Kediri. Sosok kelahiran Ciamis, Jawa Barat, itu mengaku betah berada di Kota Kediri.

Pada musim lalu, Dikri Yusron tampil sebanyak 18 kali, kebobolan 18 gol, dan mencatatkan 9 clean sheet. Artinya, dia berdiri di bawah mistar gawang separuh lebih dari total 34 pertandingan yang dijalani Persik Kediri.

Dengan kata lain, 16 laga lain dibagi antara Dias Agus Prasetyo, Fajar Setya Jaya, dan Muhammad Adi Satryo. Catatan apik ini sempat membuat kontestan BRI Liga 1 lainnya kepincut untuk merekrutnya.

Namun, Dikri Yusron memilih tetap setia bersama Persik Kediri. Apa alasan jebolan SAD Uruguay ini? Berikut petikan wawancara Bola.com yang disarikan dari beberapa kesempatan dengan Diki Yusron.

Persik Musim Lalu

Kiper Dikri Yusron menambah rekor clean sheet ketika Persik mengalahkan Bhayangkara FC 1-0 pada pekan ke-21 BRI Liga 1. (Bola.com/Gatot Susetyo)
Kiper Dikri Yusron menambah rekor clean sheet ketika Persik mengalahkan Bhayangkara FC 1-0 pada pekan ke-21 BRI Liga 1. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Anda mendapatkan kesempatan tampil lebih banyak dibandingkan kiper Persik lain pada musim lalu, apa tanggapan Anda?

Bagi saya secara pribadi, ini merupakan pencapaian luar biasa. Saya dipercaya pelatih untuk bermain banyak pada musim lalu. Otomatis ini menambah jam terbang dan kematangan karier.

Bagaimana Anda melihat Persik pada musim lalu?

Kami merasa sangat berat pada awal musim, karena ada beberapa kendala teknis maupun non-teknis. Jadi perjalanan kami memang tidak bisa mulus.

Setelah ada pergantian di jajaran manajemen, pelan-pelan kami mampu bangkit dan finis di posisi ke-11. Terpenting selain perubahan di manajemen, teman-teman juga punya motivasi tinggi untuk mengangkat tim dari jurang degradasi.

Pesik Saat Ini

Kiper Persik Kediri, Dikri Yusron Afafa dalam laga pembukaan BRI Liga 1 2021/2022 melawan Bali United di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (27/8/2021). Persik kalah 0-1. (Foto: Bola.com/Ikhwan Yanuar)
Kiper Persik Kediri, Dikri Yusron Afafa dalam laga pembukaan BRI Liga 1 2021/2022 melawan Bali United di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (27/8/2021). Persik kalah 0-1. (Foto: Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Bagaimana kondisi Persik pada musim ini?

Setelah musim lalu, kami sukses. Berikutnya manajemen memberikan target untuk Persik agar finis di posisi lima besar.

Bagi saya ini adalah tantangan. Secara pribadi dan tim, kami pasti ingin prestasi terus meningkat lagi. Jadi target seperti itu saya nilai wajar.

Apalagi manajemen tidak asal bikin target. Pengurus mendatangkan pemain baru untuk mewujudkan target tersebut. Saya kira materi Persik sekarang sangat bagus. Kami juga telah menyiapkan diri dengan serius. Rasanya kami tidak sabar lagi kembali berkompetisi.

Bertahan

Pemain Persik Kediri, Andri Ibo (kiri) bersama Dikri Yusron saat melawan Bhayangkara FC dalam laga pekan ke-5 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Madya, Jakarta, Rabu, (29/9/2021). Persik kalah 0-2. (Bola.com/ M Iqbal Ichsan)
Pemain Persik Kediri, Andri Ibo (kiri) bersama Dikri Yusron saat melawan Bhayangkara FC dalam laga pekan ke-5 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Madya, Jakarta, Rabu, (29/9/2021). Persik kalah 0-2. (Bola.com/ M Iqbal Ichsan)

Apa yang menjadi alasan Anda bertahan di Persik, padahal rumornya ada klub lain yang ingin merekrut Anda?

Alasan utama adalah kebersamaan di internal yang sangat harmonis. Tahun lalu, kami telah mengalami ujian berat. Jadi kami memiliki ikatan emosional yang kuat.

Selain itu, saya asuka sosok pelatih Javier Roca. Cara melatihnya komunikatif dan menghargai kami, baik sebagai manusia maupun pemain profesional.

Coach Roca juga sangat obyektif memilih pemain yang akan diturunkan di sebuah pertandingan. Suatu ketika saya tampil bagus dalam laga sebelumnya, tapi di partai berikutnya saya tidak bermain. Saya memang ada sedikit cedera dan masih mampu bermain lagi.

Namun, Coach Roca tidak memasang saya sebagai starter. Saya kira dia sosok yang sangat obyektif dan profesional. Dia melihat kebutuhan tim, bukan kepentingan satu atau dua pemain.

Baginya, semua pemain punya kesempatan yang sama untuk bermain, bahkan pemain cadangan atau pun yang tidak menggunakan jersey. Ini tidak pernah saya alami di klub sebelumnya.

Persaingan

Dikri Yusron, kandidat kiper utama Persik di Liga 1 2021/2022. (Bola.com/Gatot Susetyo)
Dikri Yusron, kandidat kiper utama Persik di Liga 1 2021/2022. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Bagaimana Anda melihat dua kiper lain, Kurniawan Kartika Ajie dan Muhammad Adi Satryo?

Mereka kiper bagus. Kami bersaing sehat dan saling mendukung. Semua demi kepentingan tim. Saya kira komposisi kiper Persik musim ini cukup mumpuni.

Kartika Ajie memiliki banyak pengalaman bermain di klub. Otomatis secara mental, dia juga bagus. Adi Satryo kiper muda yang sedang naik daun. Kendati demikian, kualitasnya tidak kalah dengan saya dan Kartika Ajie.

 

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel