Wawancara Eksklusif Kiper Persik, Muhammad Adi Satryo: Label Kiper Timnas Indonesia Tidak Buat Jemawa

Bola.com, Kediri - Persik Kediri memiliki dua penggawa Timnas Indonesia U23. Mereka adalah kiper Muhammad Adi Satryo dan striker Muhammad Ridwan yang ikut berkiprah di SEA Games Vietnam lalu.

Khusus Muhammad Adi Satryo, manajemen dan pelatih Javier Roca cukup jeli melihat potensi kiper muda ini. Lajang kelahiran Tangerang ini direkrut dari PSS Sleman di paruh musim BRI Liga 1 2021/2022 lalu.

Keputusan Persik mendatangkan Adi Satryo sangat mengejutkan. Pasalnya di PSS dia tak pernah berdiri di bawah mistar. Namun Javier Roca dengan berani langsung memberi kesempatan debut bersama Persik.

Kita masih ingat aksi heroik Adi Satryo kala mengadang tendangan gelandang Borneo FC asal Jepang, Kei Hiroshi. Saat itu, Adi Satryo mengalami benturan cukup serius dan sempat dilarikan ke rumah sakit.

Persaingan Menjadi Kiper Utama Skuad Macan Putih

Hikmah dari aksi dan tampilan cemerlang itu, pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong pun memanggil Adi Satryo untuk bergabung di skuat Timnas Indonesia U-23.

Pada BRI Liga 1 2022/2023 nanti, di tim Macan Putih, Adi Satryo harus bersaing dengan dua seniornya yakni Dikri Yusron Afafa dan Kurniawan Kartika Ajie.

Bagaimana pandangan kiper berpostur 179 cm ini soal persaingan di posisi penjaga gawang? Juga targetnya bersama Persik musim ini? Berikut wawancara Bola.com dengan Adi Satryo.

Gimana kabarnya?

Kabar saya baik. Saya dalam kondisi bagus dan siap menjalani Liga 1 bersama Persik.

Bagaimana Pendapat Anda tentang Skuad Persik Sekarang?

Komposisi dan materi tim saat ini lebih bagus dibanding musim lalu. Termasuk di pos penjaga gawang. Tapi itu bukan berarti kami akan mudah mengarungi kompetisi.

Semua elemen tim harus terus berlatih dan bekerja keras untuk meraih target dari manajemen. Teman-teman di Persik dalam motivasi tinggi untuk Liga 1 nanti.

Kira-kira Bagaimana Atmosfer Persaingan Liga 1 Nanti?

Tiap musim berganti selalu ada tantangan baru. Kami telah mengetahui itu dan siap berbuat terbaik untuk tim dan Persikmania. Saya kira persaingan Liga 1 nanti akan lebih ketat. Apalagi tim-tim lain juga menyiapkan diri dengan mengubah komposisi tim dan latihan serius.

.

Di Antara Tiga Kiper Persik, Hanya Anda yang Berstatus Kiper Timnas Indonesia. Bagaimana Perasaan Anda?

Saya menyikapi wajar saja. Saya juga tak punya perasaan jemawa atau lebih baik dari rekan kiper lainnya. Status Timnas Indonesia kan ketika saya membela negara.

Kalau di Persik, kami bertiga satu tubuh dan satu hati. Kami bersaing sehat dan saling mendukung demi prestasi Persik. Kami lebih mengutamakan tim daripada ambisi pribadi. Kami sudah sepakat, siapa pun yang dimainkan pelatih, itulah yang terbaik bagi tim.

Bagaimana Anda Melihat Sosok Dikri Yusron dan Kartika Ajie?

Mereka kiper senior dan pengalaman. Saya harus respek kepada keduanya. Saya malah banyak mendapat wawasan dan ilmu dari Dikri Yusron dan Kartika Ajie. Insyaallah, komposisi di penjaga gawang Persik aman di Liga 1 nanti.

Ada Perasaan Bangga Ketika Anda Dipertahankan di Persik?

Sebagai kiper muda, saya tentu bangga. Alhamdullilah masih diberi kepercayaan oleh pelatih dan itu harus saya pertahankan, dibuktikan lebih maksimal lagi.

Soal adaptasi juga tidak sulit mengingat tidak terlalu banyak perombakan dan sudah memahami karakter masing-masing pemain. ,

Soal Status Timnas Indonesia, Apakah Ada Obsesi Pribadi?

Membela nama Indonesia selalu jadi impian saya. Semoga saya masih dipanggil lagi ke Timnas dan diberi kepercayaan. Namun saya harus membuktikan kelayakan terlebih dulu di level klub.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel