Wawancara Joko Susilo: Kesepakatan Win-Win Solution, Bukan Dipecat atau Mundur dari Persik

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Kediri - Manajemen Persik Kediri telah resmi menghentikan kerja sama dengan pelatih Joko Susilo setelah seri pertama BRI Liga 1 2021/2022 berakhir pada Minggu (3/10/2021).

Laga antara Persik Kediri kontra PSS Sleman pada laga pekan keenam BRI Liga 1 2021/2022 menjadi akhir dari Joko Susilo bersama Macan Putih.

Hasil imbang tanpa gol di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, menjadi skor terakhir yang dilihat pelatih yang karib disapa Getuk itu bersama Persik.

Dalam laga tersebut, Joko Susilo masih duduk di tepi lapangan bersama staf pelatih dan pemain cadangan. Namun, tak sekalipun ia berdiri di area teknik untuk memberikan instruksi kepada Andri Ibo dkk.

Bagaimana sebenarnya kronologis di balik lengsernya Joko Susilo dari kursi kepelatihan Persik Kediri? Berikut wawancara Bola.com dengan mantan asisten Timnas Indonesia dan Arema FC itu.

Berpisah dengan Persik

Joko Susilo saat memberi arahan pemain Persik di jeda pertandingan kontra Persipura. (Bola.com/Gatot Susetyo)
Joko Susilo saat memberi arahan pemain Persik di jeda pertandingan kontra Persipura. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Apa kabar Coach? Bagaimana perasaan Anda setelah berpisah dengan Persik Kediri?

Alhamdulillah, kabar baik dan perasaan saya sangat lega sekarang.

Lho, mengapa Anda bisa malah lega? Pelatih lain tentu sedih atau kecewa bila pisah dengan tim asuhannya?

Saya tidak perlu mengungkapkannya ke publik. Satu yang jelas, setelah ini kehidupan saya lebih enjoy dan tanpa beban. Soal dipecat atau mundur, apa pun istilahnya, itu sudah risiko sebagai pelatih.

Saya menyadari itu sejauh jauh-jauh hari, bahwa itu risiko berkarier sebagai pelatih. Apalagi jadi pelatih di Indonesia itu setiap saat bisa diberhentikan jika tim gagal.

Sebenarnya Anda dipecat atau mundur dari Persik? Dua istilah itu memiliki makna yang berbeda lho.

Pengumuman dari manajemen tidak memecat saya atau pun saya mundur. Satu hal yang pasti saya tidak mundur, karena bagi saya kalau mundur artinya saya banci dan lepas tanggung jawab, dan itu bukan tipe saya.

Sementara dari manajemen juga tidak memecat saya. Istilahnya ini gentlemen agreement. Ini sudah win-win solution demi kebaikan bersama. Semua didasari tepo sliro dan kekeluargaan, jadi kami berpisah baik-baik.

Manajemen juga sepakat memberikan saya kompensasi. Presiden klub juga akan menyiapkan tugas baru, tapi saya belum menjawabnya. Sementara saya akan pulang dan menikmati kehidupan bersama keluarga di Malang.

Tetap Mendampingi Persik Hingga Akhir Seri Pertama

Pelatih Persik Kediri, Joko Susilo. (Bola.com/Gatot Susetyo)
Pelatih Persik Kediri, Joko Susilo. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Sejak manajemen mengeluarkan pernyataan itu, berarti Anda sudah resmi tidak melatih Persik Kediri?

Kalau resminya belum, karena belum ada hitam di atas putih. Pengumuman kemarin masih hasil kesepakatan lisan, tapi pernyataan tertulis belum ada.

Saya belum menandatangani suratnya. Saya manut saja. Saya menghormati manajemen sebagai atasan di klub, karena saya sudah menganggap Persik, terutama Presiden klub, seperti keluarga sendiri.

Sebenarnya bagaimana situasi internal Persik?

Tidak ada apa-apa. Baik-baik saja kok. Hubungan semua elemen tim berjalan kondusif dan harmonis.

Entah bagaimana di luar sana, terutama di media sosial yang hiruk pikuk karena saya dianggap gagal. Ya sudah, kami akhiri saja kerja sama ini.

Saya lebih ngeman (melindungi pengurus. Lebih baik saya yang pergi dari Persik. Semoga tanpa saya, Persik bisa lebih bagus lagi.

Saat Persik menghadapi PSS Sleman, Anda masih duduk di bench, padahal Anda sudah tahu kalau tidak akan lebih lama di Persik. Kenapa Anda bersedia melakukannya?

Saya ini tidak tega. Saya masih mau mendampingi tim, karena regulasinya Persik harus punya pelatih AFCC Pro di dalam pertandingan. Prosedur pertandingan juga sudah berjalan, saat jumpa pers sebelum pertandingan saya hadir. Nah, kalau saat pertandingan dan jumpa pers setelah laga saya tidak muncul, risikonya berat bagi Persik. Tim bisa kena denda dari PT LIB.

Karena saya tahu regulasi tersebut, sekali lagi saya mengalah demi Persik. Kalau saya mau egois, saya bisa menolak duduk di bench dan Persik akan kena sanksi dan denda dari PSSI dan PT LIB. Meski sebenarnya harga diri saya berontak, tapi alhamdulillah saya mampu mengalahkan ego tersebut.

Posisi Persik Saat Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel