Wayang Jogja Night Carnival resmi masuk "calendar of event" nasional

·Bacaan 3 menit

Event tahunan yang digelar sebagai puncak rangkaian peringatan hari ulang tahun Kota Yogyakarta, Wayang Jogja Night Carnival, pada tahun ini resmi masuk dalam “calendar of event” nasional dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

“Bertepatan dengan penyelenggaraan tahun keenam, event tahunan ini resmi masuk sebagai calendar of event nasional,” kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti di sela pembukaan Wayang Jogja Night Carnival ke-6 yang dipantau secara daring di Yogyakarta, Kamis.

Konsep utama Wajang Jogja Night Carnival adalah karnaval jalanan atau “art on the street” yang menampilkan tokoh-tokoh wayang dikombinasikan dengan lakon pewayangan dibalut dalam seni koreografi, busana serta musik kontemporer.

Setiap tahun, lanjut Haryadi, penyelenggaraan Wayang Jogja Night Carnival selalu dinantikan oleh masyarakat maupun wisatawan bahkan banyak wisatawan yang sengaja datang ke Yogyakarta untuk menikmati karnaval malam hari tersebut.

Namun demikian, penyelenggaraan WJNC mengalami sejumlah penyesuaian di masa pandemi COVID-19 yang sudah berlangsung sejak tahun lalu yaitu diselenggarakan dengan konsep hybrid atau menggabungkan pertunjukan daring dan luring.

Begitu pula dengan penyelenggaraan pada tahun ini yang bertepatan dengan ulang tahun ke-265 Kota Yogyakarta, karena kembali harus diselenggarakan secara hybrid.

Pertunjukkan secara luring digelar di Stadion Mandala Krida Yogyakarta dengan pembatasan jumlah tamu undangan, sedangkan masyarakat luas dapat menikmatinya melalui siarang langsung di kanal YouTube Pemerintah Kota Yogyakarta dan Dinas Pariwisata Yogyakarta.

“Harapannya, penayangan WJCN secara virtual ini tidak mengurangi esensi dan nilai pertunjukan yang dihadirkan,” katanya.

Tema yang diusung pada penyelenggaraan WJNC ke-6 tetap disesuaikan dengan kondisi pandemi COVID-19 yang masih terjadi yaitu Semar Boyong yang mengisahkan bagaimana upaya untuk memulihkan kondisi suatu daerah seusai diterpa “pagebluk”.

Tema tersebut diambil untuk memberikan semangat kepada pemerintah dan masyarakat melakukan berbagai upaya pemulihan setahap demi setahap dari pandemi COVID-19 yang sudah berlangsung lebih dari 1,5 tahun.

Pada penyelenggaraan tahun ini, konsep penyelenggaraan dibuat berbeda dibanding tahun sebelumnya. Jika biasanya peserta karnaval yang bergerak, maka pada tahun ini justru penonton atau tamu undangan yang akan “berpawai” menyaksikan WJNC.

Seluruh penampil adalah perwakilan dari 14 kecamatan yang akan tampil di empat panggung dimulai dari Indrapasta (bercerita tentang ksatria-romansa), lalu bergerak ke Pancawati (bercerita tentang kerajaan kera-tragedi), beralih ke Astina (bercerita tentang kerajaan jin-komedi) dan terakhir di Khayangan (bercerita tentang para dewa-romansa).

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang membuka secara langsung WJNC ke-6 memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan event tahunan tersebut yang sudah masuk dalam calendar of event.

“Artinya, Wayang Jogja Night Carnival ini menjadi salah satu kegiatan terbaik yang dimiliki pariwisata di Indonesia,” katanya.

Ia pun menyebut, tema yang dihadirkan pada penyelenggaraan tahun ini sesuai dengan kerja keras Pemerintah Kota Yogyakarta untuk melakukan pemulihan dari pandemi COVID-19.

“Keseriusan pemerintah daerah terlihat dari upaya untuk menuntaskan vaksinasi dan pada hari ini pun, vaksinasi di Kota Yogyakarta sudah tuntas 100 persen,” katanya.

Ia berharap WJNC ke-6 bisa menjadi momentum untuk memulihkan kembali pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Yogyakarta.

Baca juga: Wayang Jogja Night Carnival, contoh pertunjukan "hybrid" di Yogyakarta

Baca juga: Digelar virtual, WJNC pertahankan roh pertunjukan

Baca juga: Sejumlah ruas jalan di Yogyakarta akan ditutup selama karnaval

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel