Wayang Kulit Rajamala Jadi Cinderamata Kontingen ASEAN Para Games

Merdeka.com - Merdeka.com - Kontingen ASEAN Para Games (APG) XI Solo, 2022 akan mendapatkan cinderamata khas Kota Bengawan, berupa wayang kulit Rajamala atau Rojomolo. Panitia menyiapkan sekitar 2.600 wayang karya Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) Sanggar Wayang Gogon.

Pemilik Sanggar Wayang, Gogon mengatakan, wayang Rajamala setinggi 25 cm akan diberikan untuk sekitar 1.800 kontingen dari 11 negara peserta ASEAN Paragames. Pihaknya diberi batas waktu hingga sepekan kedepan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

"Tanggal 26 Juli 2022 nanti harus sudah selesai semuanya," ujar Gogon, Sabtu (16/7).

Menurutnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebelumnya meminta untuk membuat sampel Wayang Rajamala berdasarkan desain yang dibuat oleh Kemenpora.

"Ada 15 sampel Wayang Rajamala dari bahan kayu, akrilik dan kulit yang kita kirim ke Kemenpora. Setelah beberapa kali rapat, Kemenpora meminta sovenir wayang Rajamala. Jadi bukan berbentuk seperti maskotnya," jelas dia.

Dikatakan Gogon, tidak ada kesulitan untuk membuat wayang Rajamala. Hanya saja waktu yang diberikan sangat mepet, sehingga menjadi satu tantangan tersendiri.

"Kalau ukuran, besar kecil sama saja, cuma masalah waktu saja. Kita dikejar waktu untuk menyelesaikan pekerjaan itu," katanya.

Menurut Gogon, pengerjaan Wayang Rajamala sudah dimulai sejak tanggal 9 Juli lalu. Ia bersama beberapa rekan menargetkan 180 wayang selesai setiap harinya. Dikatakannya, untuk pembuatannya, sama seperti membuat wayang kulit pada umumnya.

"Pembuatannya sama, kulitnya kami desain, kemudian diwarnai, digapit dan dipackajing," jelasnya.

Untuk memenuhi pesanan dalam waktu yang singkat, ia melibatkan beberapa pengrajin yang dibagi menjadi enam tim. Dalam satu tim terdiri dari banyak pekerja, demgan tugas untuk menyelesaikan setiap tahap pembuatan wayang Rajamala.

"Saya minta setiap hari bisa menyelesaikan 180-200 wayang. Mau berapa orang yang penting pesanan kami selesai sesuai target," tandasnya.

Berdasarkan penelusuran, dalam pewayangan Rajamala dikenal sebagai putra angkat dari resi Palasara. Resi berarti orang suci atau penyair.

Rajamala berwatak keras hati dan berani, selalu ingin menang dan menuruti kata hati. Dia sangat sakti, tidak bisa mati selama masih terkena air. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel