Website Change.org Turunkan Petisi soal BPA

Krisna Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVAWebsite Change.org dibuat khusus untuk memberi wadah pada setiap orang yang ingin mencari dukungan dan bekerja sama dengan pengambil keputusan untuk mencari solusi atas permasalahan mereka.

“Siapa pun bisa buat petisi, tinggal masuk ke situs change.org saja, klik mulai petisi dan menjawab beberapa pertanyaan. Siapa pun yang memulai, bisa langsung menayangkan petisi mereka,” ujar Direktur Komunikasi Change.org, Arief Aziz, dikutip Minggu 4 April 2021.

Meski demikian, Arief mengatakan bahwa laman mereka sama seperti platform lain yang memiliki kebijakan khusus terkait isi petisi yang didaftarkan. Contohnya, konten yang mengandung kekerasan, pornografi, ujaran kebencian, dan disinformasi, tidak diperbolehkan dimuat.

“Jika kami menemukan bahwa konten itu melanggar pedoman komunitas atau ketentuan layanan, kami berhak untuk menghapusnya. Jika si penggagas petisi mengunggah konten yang merupakan pelanggaran serius atau berulang, kami bahkan dapat menangguhkan atau menutup akunnya,” tuturnya

Arief mengaku, bahwa tidak mudah untuk memberi label sebuah petisi apakah mengandung hal-hal yang dilarang tersebut. Namun apabila ada pernyataan dari yang berwenang terkait disinformasi, maka pihaknya akan langsung menurunkan petisi tersebut.

“Kami bisa putuskan langsung untuk menurunkan petisinya, jika ada surat resmi dari pihak berwewenang yang menyatakan bahwa petisi itu merupakan disinformasi. Yang berwewenang dalam hal ini adalah pemerintah atau lembaga hukum lainnya,” ungkapnya.

Arief menjelaskan, sanksi lebih tegas akan diberikan terhadap akun si penggagas petisi, jika dia mencoba untuk mengulangi lagi untuk membuat petisi yang sama.

Dia mencontohkan kasus petisi berjudul Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM): Selamatkan Bayi Kita dari Racun Bisphenol A (BPA), yang dibuat perkumpulan Jurnalis Peduli Kesehatan dan Lingkungan dan telah diturunkan karena mengandung konten berisi disinformasi.

“Kami diminta Kemenkominfo yang mengirimkan surat lewat sosial media, untuk menurunkan petisi itu karena dianggap disinformasi. Kemudian kami langsung mengirim surat secara formal ke tim global kami di pusat, supaya bisa diproses pencabutan petisinya. Kami juga memberitahukan penggagas petisi apa yang telah terjadi dengan alasan penurunan petisinya,” ujarnya.