Wedang Uwuh, Minuman 'Sampah' Kaya Rempah Berkhasiat dan Bikin Sehat

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Namanya berasal dari bahasa Jawa, wedang uwuh, yang berarti minuman sampah. Namun, alih-alih tiada guna, minuman satu ini kaya akan rempah yang berkhasiat bagi kesehatan.

Menurut cerita, resep wedang uwuh ditemukan sekitar tahun 1630-an, pada masa Sultan Agung menjadi Raja Mataram. Minuman tradisional ini berasal dari daerah Imogiri Bantul, Yogyakarta, tempat persemayaman para raja Mataram.

Wedang uwuh adalah seduhan hangat yang terdiri dari dedaunan rempah kering, seperti kayu secang, daun salam, daun kayu manis, daun cengkeh, serai, jahe, kapulaga dan gula batu sebagai pelengkap.

Wedang uwuh memiliki aroma dan cita rasa khas yang mampu menghangatkan badan. Karena berisi aneka rempah, minuman ini pun berkhasiat bagi kesehatan. Berikut khasiat dari macam-macam daun dan rempah dalam wedang uwuh, mengutip berbagai sumber.

Daun kayu manis dan kayu manis

Kayu manis (Cinnamomum verum) dibudidayakan di Indonesia, Vietnam, dan China. Kayu manis mengandung senyawa polifenol, methylhidroxychalcon yang mempengaruhi reseptor insulin dan membantu pembentukan glikogen. Menurut Andrew Weil MD dalam 36 Healing Herb The World Best Medicine Planet, kayu manis juga memiliki efek antibakteri dan efek antioksidan.Kandungan utama senyawa aktif kayu manis berupa cinamaldehid, asam cinnamik, minyak essensial dan euginol.

Mengutip Prof Dr Ari Yuniastutui, senyawa aktif euginol, linalool, E-cinnamaldehyde, E-cinnamyl acetate, β-caryophyllene, eugenyl acetae dan benzyl benzoate memiliki aktivitas antivirus Influenza tipe A (H1N1).

Daun Salam

Daun salam/istimewa
Daun salam/istimewa

Daun salam (Eugenia polyantha) lebih dikenal sebagai pelengkap bumbu masakan dan penyedap alami. Namun, sebenarnya daun salam juga bermanfaat bagi kesehatan karena mengandung kimia yang diantaranya flavonoid.

Dalam beberapa jurnal diketahui bahwa flavonoid dapat digunakan sebagai antiinflamasi, antimikroba, melindungi pembuluh darah, merangsang pembentukan kolagen, antioksidan, dan antikarsinogenik. Senyawa guisertin yang terkandung dalam flavonoid dapat memberikan efek vasodilator dan antiplatelet yang dapat menurunkan tekanan darah.

Penelitian Tri Widyawati pada 2015 menemukan bahwa ekstrak metanol dalam daun salam yang diberikan secara oral kepada tikus menunjukkan kesan aktivitas hipoglikemia.

Jahe

Ilustrasi Jahe (Dok.Unsplash)
Ilustrasi Jahe (Dok.Unsplash)

Rempah berikutnya yang ada daam wedang uwuh yakni jahe (Zingiber officinale). Menurut Andrew Weil, rimpang ini berasal dari Asia, dan sudah digunakan sebagai bumbu untuk masakan kurang-lebih selama 4400 tahun yang lalu.Jahe sering digunakan oleh masyarakat sebagai minuman penghangat badan.

Mengutip “Antioxidant Effect of Some Ginger Constituens" yang ditulis oleh Kikuzaki dan Noboji, rimpang jahe mempunyai aktivitas antioksidan yang melebihi tokoferol karena memiliki komponen bioaktif, antara lain 6 gingerol 6 shogaol, diarilheptanoid dan curcumin.

Rimpang jahe juga mengandung komponen senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, fenol, terpenoid, dan minyak atsiri (gingerols dan shogaols). Senyawa-senyawa ini dapat menghambat bakteri patogen, seperti Escherichia coli, Bacillus subtillis, dan Staphylococcus aureus.

Senyawa bioaktif utama dalam jahe, yaitu 6 gingerol, memiliki potensi di bidang farmakologi dan mikrobiologi, seperti antiparasit, antitumor, antiinflamasi dan antioksidan serta immunomedulator.

Menurut Prof. Dr. Ari Yuniastuti M.Kes, senyawa 6 gingerol dalam jahe membuktikan efisiensi antivirus SARS CoV2. Penelitian membuktikan bahwa 6 gingerol dari tanaman jahe dapat berfungsi sebagai obat untuk COVID -19.

Daun Pala dan Pala

Buah pala (Image by Nandhu Kumar from Pixabay)
Buah pala (Image by Nandhu Kumar from Pixabay)

Tanaman pala (myristica fragrans houtt) merupakan tanaman asli Indonesia asal Pulau Banda. Pala digunakan secara tradisional sebagai rempah-rempah dan obat-obatan untuk meningkatkan sistem imun. Beberapa penelitian, menunjukkan, pala memiliki khasiat sebagai antidiabetes, antimikroba, antioksidan.

Sereh

Sereh (Cymbopogon citrates) menjadi obat tradisiona l yang berkhasiat sebagai antiinflamasi, antiseptik, analgetik, penenang, amtibakteri, dan antijamur. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol pada sereh berkhasiat sebagai antivirus herpes simplex virus serotif 1 (HSV-1), sedangkan ekstrak methanol pada sereh berpengaruh terhadap virus dengue serotipe 1 dan virus hepatitis A.Manfaat sereh antara lain mencegah kanker, detoksifikasi, menurunkan tekanan darah, sebagai analgesik, obat gangguan pencernaan.

Kayu Secang

Hasil penelitian Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Tawangmangu menunjukkan, kayu secang (Caesalpinia sappan linn) mengandung zat berkhasiat sebagai antioksidan kuat yang dapat meredam bahaya radikal bebas penyebab timbulnya penyakit kronis.

Kayu secang berfungsi sebagai antibiotik alami, antiinflamasi, dan meningkatkan kekebalan tubuh.Mengutip Ikhtisar Farmakognosi ed. VI: 122, kandungan utama kayu secang adalah Brazilin, yakni zat berwarna merah- sappan, asam tanat dan asam.

Sementara dalam artikel ilmiah Brazilin From Caesalpina Sappan Heartwood and Its Pharmacological activitis: A Review, brazilin pada kayu secang telah ruji secara ilmiah dan bersifat antioksidan, antibakteri, antiinlamasi, hypoglycemic, vasorelaxant dan hepatoprotector.

Ekstrak kayu secang berkhasiat sebagai antitumor, antivirus dan .Secara tradisional potongan kayu secang digunakan sebagai campuran jamu di Jawa. Potongan kayu secang ini digunakan dalam pebuatan minuman wedang uwuh khas Yogyakarta selatan.

Cengkih dan Kapulaga

Cengkih dan Daun Cengkih

Cengkih (Syzygium aromaticum) sering digunakan sebagai penyedap masakan, penambah aroma masakan dan dikenal sebagai obat tradisional untuk gangguan pernapasan, sakit gigi, sakit kepala, dan sakit tenggorokan. Minyak cengkih mempunyai efek farmakologi sebagai stimultan, anestesi lokal, antiseptik, dan antispasmolitik.

Kapulaga

Prof. Dr. Ari Yuniastuti, M.Kes menyebut, kapulaga (Amomum compactum) memiliki senyawa aktif yang berperan sebagai antibakteri dan antioksidan.

Di masa Pandemi COVID-19, potensi wedang uwuh bisa dimanfaatkan sebagai sumber senyawa bioaktif yang berfungsi sebagai immunomedulator. Senyawa rempah dan daun rempah yang terdapat dalam wedang uwuh mengandung minyak atsiri, flavonoid, euginol, dan lain lain memiliki khasiat sebagai antioksidan, antivirus, antibakteri, antiinlamasi.

(Penulis: dr. Mardalisa, mahasiswa Pascasarjana Biomedik FK YARSI)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel