Wejangan Bambang Nurdiansyah kepada 9 Pesepak Bola Aktif yang Ikut Kursus Kepelatihan C PSSI

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Malang - Kursus kepelatihan lisensi C PSSI di Sengkaling, Kabupaten Malang sudah berakhir pada Sabtu (30/1/2021). Kursus yang dimulai sejak 18 Januari itu sempat menjadi sorotan, karena diikuti sembilan pesepak bola profesional yang masih aktif.

Kesembilan pemain itu adalah Hansamu Yama, Oktafianus Fernando, M. Syaifuddin, Ahmad Alfarizi, Beny Wahyudi, Hendro Siswanto, Dendi Santoso, Samsul Arif, dan Fandi Eko Utomo.

Intruktur kursus, Bambang Nurdiansyah, mengaku senang banyak pemain aktif yang ikut. Itu artinya akan banyak pelatih muda yang menyalurkan ilmunya kepada pemain junior atau penerusnya.

"Tetapi, ijazah kursus ini saya tahan dulu. Mereka harus membuat laporan dalam bentuk tertulis dan vidio saat mengimplementasikan ilmu kepelatihannya," kata instruktur yang akrab disapa Banur itu.

Kebetulan saat ini para pemain itu masih punya waktu langsung melatih. Baik di sekolah sepak bola atau tim akademi yang ada di dekat rumah masing-masing. Pasalnya, mereka masih dibebaskan klubnya dari sesi latihan. Mengingat kompetisi belum ada kejelasan.

"Ada batasan waktu beberapa bulan ke depan untuk mengirimkan laporan kepada kami. Intinya, mereka ini ujung tombak memoles pemain muda di daerah. Jangan sampai bakat yang ada justru dirusak karena cara melatih yang tidak benar. Ini gunanya ikut kursus," lanjut Bambang Nurdiansyah.

Wajib Ada Program yang Jelas

Para pemain profesional ketika mengikuti kursus kepelatihan di Malang dari 18 sampai 31 Januari 2021. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Para pemain profesional ketika mengikuti kursus kepelatihan di Malang dari 18 sampai 31 Januari 2021. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Baginya, modal sebagai pemain profesional tidak cukup untuk bisa melatih dengan benar. Menurutnya, harus ada program yang jelas untuk menjadi seorang pelatih.

"Tidak mudah jadi pelatih. Enggak cukup modal jadi pemain profesional. Saya mengalaminya waktu awal pensiun bermain," ujar Banur.

"Pelatih harus punya program jelas. Tahu bagaimana menyampaikan instuksi dengan baik juga. Kalau melatih asal-asalan saja, pemain berbakat bisa rusak malahan," sambung pria berusia 60 tahun itu.

Sebenarnya para pemain yang ikut kursus kebanyakan sudah pernah jadi pelatih tamu sebuah SSB. Namun, waktu itu mereka lebih banyak memberi motivasi.

Tetapi setelah kursus, mereka bisa memberikan materi teknis. Termasuk program-program yang didapatkan selama dua pekan mengikuti kursus pelatih.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: