Wempi Saputra, Staf Ahli Sri Mulyani Terpilih Jadi Direktur Eksekutif Bank Dunia

Merdeka.com - Merdeka.com - Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional Menteri Keuangan, Wempi Saputra terpilih sebagai Direktur Eksekutif Bank Dunia.

Kabar ini disampaikan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Febrio Kacaribu, melalui akun resminya @febriokacaribu, Kamis (27/10).

"Ucapan selamat saya tujukan pada Pak Wempi Saputra (kiri) dengan jabatan barunya sebagai Executive Director World Bank. Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional Menkeu ini tak diragukan lagi kemampuannya," jelas dia dikutip dari akun resminya.

Ternyata selain Wempi Saputra, Analis Kebijakan Ahli Madya BKF Dalyono juga ikut boyong ke Washington. "Di posisi Senior Adviser adalah Pak Dalyono (kanan) yang juga akan berkantor di Washington DC. Beliau telah lama mengabdi di Badan Kebijakan Fiskal," kata dia.

Febri menyebut pengalaman keduanya selama di Kemenkeu memegang isu kerjasama keuangan internasional termasuk saat memimpin proses presidensi G20 Indonesia akan sangat dibutuhkan di posisi baru.

Dia pun memberikan harapan kepada keduanya. "Saya harap dua perwakilan Kemenkeu ini bisa menjembatani kepentingan Indonesia dan World Bank demi kesejahteraan bangsa," dia menandaskan.

Ajak Bank Dunia Pulihkan Ekonomi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Grup Bank Dunia (WBG) David Malpass di Washington D.C., Amerika Serikat. Dia mengajak Bank Dunia untuk terlibat dalam mewujudkan berbagai agenda prioritas Indonesia mulai dari pemulihan ekonomi, ketahanan pangan dan energi, hingga mitigasi perubahan iklim.

Pertemuan antara Sri Mulyani dan Malpass ini juga membahas perkembangan ekonomi global terkini dan outlook, tensi geopolitik, serta isu G20. Progres pemulihan ekonomi Indonesia dari dampak pandemi Covid-19, serta upaya pengendalian inflasi termasuk dukungan Bank Dunia dalam mereformasi perpajakan dan sektor keuangan.

Dia ingin Bank Dunia dapat lebih terlibat dalam pencapaian berbagai agenda penting Indonesia baik dari sisi pendanaan maupun non-pendanaan. Terkait isu G20, Sri Mulyani memberikan update dan mencari dukungan terkait agenda prioritas Presidensi G20 Indonesia khususnya di jalur keuangan termasuk dalam aksi jangka menengah untuk ketahanan pangan.

Untuk perubahan iklim, Sri Mulyani menyambut dukungan Bank Dunia dalam mendorong inisiatif dekarbonisasi Indonesia secara adil dan terjangkau melalui transisi energi, Country Platform, nilai ekonomi karbon, dan pembiayaan iklim inovatif.

Sri Mulyani dan Bank Dunia mengeksplorasi cara yang dapat digunakan dalam memperkuat penurunan emisi gas rumah kaca seperti melalui dana perwalian atau trust fund Bank Dunia dan Scaling Up Climate by Lowering Emissions (SCALE).

Presiden Grup Bank Dunia David Malpass pun mengapresiasi langkah Indonesia yang telah memberikan kontribusi pada Dana Perantara Keuangan atau Financial Intermediary Fund (FIF) G20 yang dikelola oleh Bank Dunia.

Dia memastikan Bank Dunia akan terus menggunakan berbagai sumber daya untuk mendukung pemulihan global termasuk meningkatkan ketahanan pangan, arsitektur kesehatan global, transisi energi, serta perubahan iklim. Khusus untuk kebijakan Indonesia, Malpass memuji langkah pemerintah dalam menurunkan biaya subsidi.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [idr]