WFD Politeknik Caltex Riau Cetak Calon Pekerja Siap Pakai

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Pekanbaru - Hari-hari Jumila Wati kini tak hanya sibuk mengurus usaha kuliner kecil-kecilan. Perempuan 26 tahun ini asal Pekanbaru sudah diterima bekerja sebagai accounting di perusahaan kontraktor industri minyak dan gas (migas) di Riau.

Warga Pekanbaru ini punya keahlian accounting setelah mengikuti work force development (FWD) Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas-PT Chevron Pasifik Indonesia (CPI). Dalam kegiatan itu ada program Zahir Accounting.

"Berbekal sertifikat ini saya diterima sebagai pekerja, sebelumnya tidak bekerja tetap," kata Jumila di Pekanbaru, Jumat siang, 6 November 2020.

Selama mengikuti FWD dari Juli hingga September lalu, Jumila mempelajari bagaimana mencatat transaksi bisnis perusahaan. Berikutnya memproses, mengelola keuangan dan memastikan tidak ada yang terlewat.

Setelah selesai pelatihan, Jumila berbekal sertifikat tadi melamar pekerjaan. Dia pun menjalani serangkaian tes tapi tidak kesulitan lagi karena ada bekal sehingga nasib berpihak kepadanya.

"Bekal dari pelatihan ini juga saya gunakan mencatat transaksi usaha kuliner," ucap Jumila.

Meski selesai sejak September lalu, Jumila baru "diwisuda" PT Chevron bekerjasama dengan Politeknik Caltex Riau sebagai pelaksana kegiatan. Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution menghadiri kegiatan ini.

Edy mengatakan, tenaga terampil bersertifikasi dapat membawa kemajuan bagi dunia industri dan wirausaha. Menurutnya, FWD sejalan dengan program Pemerintah Riau dalam meningkatkan sumber daya manusia.

"Tenaga terampil sangat dibutuhkan industri saat ini," kata Edy.

Hal serupa juga disampaikan Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri Kemendikbud Dr Ahmad Saufi dalam kegiatan tersebut.

"Program ini merupakan kontribusi nyata dalam turut melahirkan generasi unggul untuk menjawab kebutuhan industri," kata Saufi.

Wujudkan Kemandirian Masyarakat Riau

Kepala Divisi Formalitas SKK Migas Didik Sasono Setyadi, mengatakan program ini dapat meningkatkan keterampilan dan daya saing peserta di dunia kerja maupun wirausaha. Khususnya para lulusan SMA/SMK, angkatan kerja muda, maupun pelaku usaha kecil-mikro.

Terpisah VP Corporate Affairs PT CPI Wahyu Budiarto mengatakan, FWD tidak hanya memberikan pelatihan Zahir Accounting. Namun juga mencakup tiga bidang pelatihan lainnya, yaitu Ahli Kesehatan dan Keselamatan Kerja (AK3).

Berikutnya Cisco Certification Network Associate (CCNA) dan MikroTik Certification Network Associate (MTCNA). CCNA dan MTCNA merupakan pengelolaan infrastruktur jaringan komputer yang dibutuhkan di era revolusi industri 4.0.

"Program ini menciptakan kemandirian masyarakat Riau dalam jangka panjang, ini investasi sosial perusahaan kami," kata Wahyu.

Setelah selesai, para alumni FWD akan dipantau selama beberapa bulan. Program FWD sangat ketat karena ada ribuan pelamar dan yang terpilih hanya 200 orang.

Pogram ini bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Pendidikan di Riau. Sasarannya adalah warga di area PT CPI di Bengkalis, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Siak, Kampar, Kota Pekanbaru, dan Kota Dumai.

Selain Jumila, salah satu alumni bernama Fakhrial Irsyadi sangat merasakan manfaat kegiatan ini. Berbekal ilmu teknis dan sertifikat CCNA, dia mendapatkan pekerjaan di Surabaya dengan benefit yang cukup besar.

"Saya juga merasa terbantu dari sisi biaya. Sebab jika harus menanggung sendiri, biaya untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi seperti ini cukup berat bagi saya," ungkap lulusan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN SUSKA) Riau ini.

Simak Video Pilihan Berikut Ini: