WFH Bisa Picu Anak Lebih Rewel? Ini Alasannya

·Bacaan 1 menit

VIVA – Pandemi COVI-19 yang terjadi sejak Maret 2020 lalu membuat perubahan di lingkungan masyarakat. Pandemi COVID-19 diketahui membuat masyarakat harus menjalankan segala aktivitas di rumah. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 semakin meluas di masyarakat.

Aktivitas keseharian yang dilakukan di rumah seperti bekerja dari rumah sekolah dari rumah yang berlangsung lebih dari satu tahun ini ternyata berdampak pada emosional anak. Di tengah metode Work From Home (WFH) dan School From Home (SFH) membuat anak menjadi rewel.

Mengapa demikian? Terkait hal tersebut, Psikolog Intan Erlita, M.Psi angkat bicara dalam program Hidup Sehat tvOne, Kamis 19 Agustus 2021.

"Bukan hanya orang dewasa, karena kondisi seperti sekarang buat anak-anak juga stress. Anak-anak butuh mengeksplore mereka butuh main, butuh ketemu alam, butuh ketemu teman sebayanya, dan sekarang mereka enggak dapatkan itu begitu mereka mencari perhatian ke orang tuanya, orang tuanya marah-marah akhirnya bentuk protes anak-anak kalau sekarang disebut 'tantrum' rewel, marah-marah," kata Intan.

Untuk itu, penting bagi orang tua membentuk kesepakatan antar anggota keluarga untuk membuat quality time antar anggota keluarga.

"Kuantitas seberapa sering ketemu anak atau pasangan bukan jadi jaminan itu berkualitas. tapi bukan berarti jadi pembenaran, justru kita bikin karena WFH maka bentuk kesepakatan kapan bekerja, anak sekolah, kapan orang tua dan anak ngobrol ini quality time ini yang terlupakan. Dari seminggu ada rentang waktu untuk keluarga," kata Intan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel