WhatsApp dan Kemendikbudristek Gelar Program untuk Lahirkan Wirausaha Muda

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - WhatsApp bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) baru saja menggelar program WhatsApp Entrepreneurship Education.

WhatsApp Entrepreneurship Education merupakan program kolaboratif yang didesain dengan tujuan untuk menginspirasi dan melahirkan generasi wirausaha muda baru.

Wardani Sugiyanto, Direktur SMK Kemendikbudristek dalam siaran pers, Kamis (25/11/2021) mengatakan, saat ini Indonesia dihadapkan dengan bonus demografi.

"Penting bagi kita untuk membekali generasi muda dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk meningkatkan potensi dan mempersiapkan mereka ke masa depan yang serba digital," kata Wardani.

Menurut Wardani, kemampuan wirausaha adalah keterampilan yang sangat penting.

Kemampuan wirausaha tidak hanya demi membekali generasi muda untuk menghadapi dan mengambil peluang dengan mengisi jenis-jenis pekerjaan baru di masa depan.

"Namun juga menciptakan dan menghadirkan banyak lapangan kerja bagi generasinya kelak," imbuhnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tak Hanya Ditantang Menciptakan Usaha

Penutupan program WhatsApp Entrepreneurship Education (Dok. WhatsApp Indonesia)
Penutupan program WhatsApp Entrepreneurship Education (Dok. WhatsApp Indonesia)

Dalam program ini, 23 Master Teacher di delapan kota melewati rangkaian program pelatihan untuk kemudian melatih 240 guru dalam menyampaikan kemampuan wirausaha dasar dan WhatsApp Business melalui grup WhatsApp.

Bersama, para guru dalam program yang ditutup pada Rabu kemarin ini telah mendidik lebih dari 15.700 siswa dari 144 sekolah di 15 kota/kabupaten Indonesia sejak bulan Agustus.

Hingga akhir tahun pelajaran 2021, program ini menargetkan untuk mencapai lebih dari 20 ribu siswa.

Arif P. Rachmat, Anggota Dewan Nasional PJI mengatakan, para wirausaha saat ini tidak hanya ditantang untuk menciptakan usahanya, tetapi juga memanfaatkan teknologi untuk mengoptimalkan pendapatan.

Oleh karena itu, Arif mengatakan mereka sangat senang mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan WhatsApp, untuk membuat program yang memberdayakan generasi muda.

"Kami harap dengan program ini para siswa tidak hanya memperoleh ilmuyang dibutuhkan untuk mengembangkan ide bisnis mereka dan memanfaatkan WhatsApp Business dalam memasarkan produk secara efektif," kata Arif.

Ia berharap, program ini juga bisa mengajak Usaha Kecil dan Menengah lain di komunitas peserta untuk turut bergabung ke ekonomi digital.

Platform yang Efektif

Ilustrasi WhatsApp.  Alexander Shatov/Unsplash
Ilustrasi WhatsApp. Alexander Shatov/Unsplash

Esther Samboh, Manajer Kebijakan Publik WhatsApp mengatakan, dia percaya WhatsApp bisa menjadi platform yang efektif untuk mendukung proses belajar mengajar, serta meningkatkan kualitas pendidikan.

"Ke depannya, kami berharap program ini dapat memberdayakan lebih banyak lagi siswa dan wirausaha muda di Indonesia, di mana pun mereka berada," kata Esther.

Modul-modul berbasis video di program ini dilengkapi dengan lembar kerja untuk siswa dan disampaikan melalui metode pembelajaran campuran.

Seri modul kewirausahaan terdiri dari enam topik mengenai kemampuan berbisnis mengajak peserta menggali motivasi dan pemahaman kewirausahaan, serta menantang mereka untuk mengetahui, mengembangkan, dan mendekati target pasar mereka.

Sementara, seri modul WhatsApp Business yang terdiri dari empat topik mencakup layanan, keunggulan, praktik-praktik terbaik, dan tips keamanan di platform WhatsApp Business.

(Dio/Ysl)

Infografis Cek Fakta: Kumpulan Hoaks Seputar Covid 19 terbaru yang beredar di WhatsApp

Infografis Cek Fakta: Kumpulan Hoaks Seputar Covid 19 terbaru yang beredar di WhatsApp (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Cek Fakta: Kumpulan Hoaks Seputar Covid 19 terbaru yang beredar di WhatsApp (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel