WhatsApp Indonesia ajak wirausaha muda bangkitkan ekonomi Papua

Platform komunikasi WhatsApp di Indonesia melalui kegiatan talkshow mengajak 52 wirausaha muda digital Papua untuk bersama membangkitkan perekonomian Indonesia, khususnya di Bumi Cenderawasih.

Manager Kebijakan Publik WhatsApp Indonesia Esther Samboh di Jayapura, Sabtu, mengatakan kegiatan bincang bersama ini dilakukan dengan mitra lokal serta LSM Prestasi Junior Indonesia.

"Pada talkshow, kami menghadirkan Reza Nurhilman Owner Keripik Maicih dan ada juga Koki Asal Papua Charles Toto untuk sharing berbagi pengalaman serta memberikan motivasi," katanya.

Menurut Esther, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia karena memberikan kontribusi 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sehingga pihaknya juga siap memfasilitasi melalui kemudahan dalam aplikasi WhatsApp bisnis.

Baca juga: Mendag paparkan upaya pasarkan produk UMKM hingga ke pasar global

"Melihat peserta yang hadir sangat antusias dan kami sangat puas dengan semangat para pelaku UMKM lokal tersebut," ujarnya.

Dia menjelaskan kegiatan tersebut merupakan langkah awal dari WhatsApp di Indonesia untuk membantu mewujudkan target pemerintah sebanyak 30 juta UMKM Go Digital pada 2024

"Pelatihan di Jayapura, Blitar dan Pangandaran adalah model percobaan. Melalui 52 trainer atau fasilitator yang dilatih oleh prestasi Junior Indonesia dan WhatsApp nantinya dapat menularkan juga di UMKM lainnya," katanya lagi.

Esther menambahkan, pelaku lokal yang mampu mengangkat potensi UMKM setempat nantinya tidak hanya berjualan di Jayapura saja tapi seluruh Papua, kemudian Indonesia dan bahkan luar negeri, karena WhatsApp bisnis memungkinkan UMKM untuk bisa berkomunikasi dengan konsumen hingga seluruh dunia.

Baca juga: Menko Marves sebut Gernas BBI solusi kuatkan ekonomi negeri

Baca juga: Banyak benefit, Luhut dorong UMKM masuk e-katalog

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel