WhatsApp Palsu Sangat Populer di Afrika, Kenapa?

Liputan6.com, Jakarta - WhatsApp tidak dimungkiri telah menjadi salah satu aplikasi chatting paling populer dan banyak digunakan. Karenanya, wajar jumlah penggunanya kini mencapai 2 miliar di seluruh dunia.

Namun siapa sangka, aplikasi WhatsApp di Afrika ternyata tidak begitu diminati, tepatnya aplikasi resmi. Sebab, pengguna di Afrika dilaporkan lebih memilih untuk menggunakan aplikasi WhatsApp modifikasi.

Informasi ini diketahui dari laporan Quartz beberapa waktu lalu. Laporan itu menyebutkan aplikasi modifikasi seperti GBWhatsApp dan YoWhatsApp ternyata lebih populer dari WhatsApp, Facebook dan Messenger.

Dikutip dari The Next Web, Kamis (12/3/2020), aplikasi modifikasi tersebut tidak tersedia di toko aplikasi. Oleh sebab itu, para pengguna mengunduhnya dari sumber yang tidak resmi, lalu membagikannya ke orang perangkat orang lain secara offline.

Adapun salah satu kemungkinan aplikasi modifikasi WhatsApp lebih populer dari versi aslinya adalah soal ketersediaan fitur di dalamnya.

Menurut laporan, aplikasi WhatsApp modifikasi ini memang hadir dengan fitur yang lebih beragam, mulai dari kemampuan password lock untuk percakapan tertentu, tema yang lebih variatif, file preview, hingga status yang dapat dipersonalisasi.

Meski menawarkan fitur yang lebih beragam, aplikasi WhatsApp modifikasi ini jelas tidak menawarkan keamanan seperti aplikasi aslinya. Untuk diketahui, aplikasi ini tidak mendukung percakapan yang dienkripsi, sehingga keamanannya tidak terjamin.

Dengan kondisi itu, bukan tidak mungkin, ada pihak lain yang dapat memantau percakapan di dalam aplikasi palsu tersebut. Selain itu, WhatsApp dapat saja memblokir layanan tersebut, mengingat mereka telah melanggar layanan dan aturan perusahaan.

Akhirnya, WhatsApp Punya Fitur Dark Mode di Android dan iOS

Tampilan dark mode di WhatsApp untuk Android (sumber: WhatsApp)

Sebelumnya, WhatsApp akhirnya kedatangan fitur dark mode untuk perangkat berbasis iOS dan Android. Fitur ini melenggang setelah sebelumnya perusahaan melakukan uji coba beta di masing-masing sistem operasi dalam beberapa bulan terakhir.

Dikutip dari The Verge, Rabu (4/3/2020), fitur ini sudah tersedia untuk seluruh pengguna WhatsApp mulai hari ini. Adapun untuk mengaktifkannya, fitur dark mode ini sedikit berbeda di masing-masing versi sistem operasi.

Untuk pengguna iOS 13 atau Android 10, saat mereka mengaktifkan fitur dark mode di pengaturan sistem, secara otomatis WhatsApp akan turut berubah menjadi gelap. Sementara pengguna Android 9 harus mengaktifkannya dari menu pengaturan di aplikasi.

"Selama pengujian kami menemukan kombinasi hitam dan putih alami membuat kontras terlalu tinggi, sehingga menyakiti mata," tutur juru bicara WhatsApp.

Oleh sebab itu, dark mode di WhatsApp menggabungkan latar berwarna abu-abu gelap dan putih buram untuk menurunkan kecerahan layar, mengurangi cahaya, dan meningkatkan kontras termasuk keterbacaannya.

Nantinya dark mode WhatsApp di perangkat iOS akan sepenuhnya hitam, sedangkan untuk di Android tampilannya akan berubah abu-abu gelap.

Bagi kamu yang ingin menjajalnya, dapat langsung mengunduh versi terbaru di masing-masing toko aplikasi.

Catat Rekor Baru, WhatsApp Punya 2 Miliar Pengguna

WhatsApp (AP Photo/Patrick Sison, File)

Sebelumnya, WhatsApp baru saja mengumumkan capaian baru di awal 2020 ini. Lewat laman blog-nya, aplikasi milik Facebook tersebut mengumumkan telah mengantongi 2 miliar pengguna di seluruh dunia.

"Kami bersemangat untuk membaginya, bahwa mulai hari ini, dukungan WhatsApp sudah lebih dari dua miliar pengguna di seluruh dunia," tulis perusahaan seperti dikutip dari situs resminya, Kamis (13/2/2020).

Jumlah ini dari sebelumnya aplikasi ini mencatat ada 1,5 miliar pengguna di 2018 dan 1 miliar pengguna pada 2016. Meski besar, jumlah pengguna WhatsApp belum mengalahkan induknya, Facebook, yang memiliki 2,5 miliar pengguna.

(Dam/Ysl)