WhatsApp Sepakat Sesuaikan Kebijakan Privasi dengan Aturan Data Brasil

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Setelah berbulan-bulan melakukan negosiasi dengan otoritas, WhatsApp mau menyesuaikan kebijakan privasi bagi pengguna di Brasil dengan praktik transparansi seperti yang berlaku di Uni Eropa.

WhatsApp berkomitmen mengikuti upaya ini, diawasi oleh Otoritas Perlindungan Data Nasional (ANPD), pengawas antimonopoli Cade, badan konsumen nasional Senacon, dan Federal Prosecution Service. Tujuannya adalah untuk memastikan WhatsApp melindungi data dan hak-hak konsumen di Brasil.

Kebijakan privasi terbaru WhatsApp diperkenalkan secara global pada Mei lalu. Perubahan kebijakan privasi WhatsApp banyak mendapatkan sorotan dari berbagai pihak.

WhatsApp dinilai memaksa pengguna untuk setuju berbagi banyak data ke Facebook atau pihak ketiga, agar tetap bisa memakai layanan WhatsApp.

Mengutip ZDNet, Kamis (26/8/2021), dalam diskusi pertama yang diselenggarakan pemerintah bersama WhatsApp, otoritas merekomendasikan persetujuan ditangguhkan hingga 90 hari, guna pemerimaan kebijakan privasi baru.

Aplikasi pesan milik Facebook ini juga berjanji tidak akan menangguhkan atau menghapus akun WhatsApp pengguna selama periode 90 hari.

Perusahaan kemudian memperpanjang komitmen, dan menyebut tidak akan menghapus akun pengguna yang tidak menyetujui kebijakan baru.

Tiga bulan setelahnya, WhatsApp menyampaikan komitmen untuk patuh pada beberapa poin yang direkomendasikan.

Menurut badan perlindungan data setempat, poin pertama negosiasi mencakup langkah seputar kepatuhan dengan poin-poin terkait transparansi dan aksesibilitas pengguna.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Sepakat Sesuaikan dengan Aturan Perlindungan Data Brasil

ilustrasi whatsapp | pexels.com/@anton-8100
ilustrasi whatsapp | pexels.com/@anton-8100

Hasil penilaian teknis oleh otoritas menghasilkan komitmen baru WhatsApp. Termasuk di antaranya penyesuaian pemberitahuan privasi khusus untuk Brasil.

Hal ini dianggap mencerminkan praktik transparansi yang berlaku di wilayah lain, yakni Uni Eropa.

Di mana, pengguna bisa memilih untuk keluar dari kebijakan privasi di bawah aturan privasi data GDPR. Brasil diketahui memiliki aturan privasi sendiri yang diperkenalkan sejak September 2020.

WhatsApp juga berkomitmen untuk update persyaratan penggunaan WhatsApp Business, pengembangan laporan, dan dokumen lainnya yang diminta oleh otoritas perlindungan data Brasil.

WhatsApp juga bersedia membuat materi edukasi bagi pengguna, mengenai penggunaan aplikasi yang aman.

Diperhatikan hingga 31 Agustus 2021

Ilustrasi WhatsApp (iStockPhoto)
Ilustrasi WhatsApp (iStockPhoto)

Otoritas perlindungan data setempat mengatakan, WhatsApp akan terus memberi bukti perkembangan baru kepada pihak berwenang terkait hingga 31 Agustus 2021.

WhatsApp dan keempat badan pemerintah juga akan bertemu untuk negosiasi dan menentukan langkah selanjutnya.

"WhatsApp melihat kesempatan untuk mengklarifikasi informasi mengenai update persyaratan privasi sebagai perkembangan positif," kata WhatsApp dalam pernyataan.

Ditambahkan, WhatsApp memperkuat kesediaan untuk bekerja sama dengan pihak berwenang Brasil. "WhatsApp akan terus memberikan informasi yang diperlukan bagi pihak otoritas maupun bagi masyarakat," kata pihak WhatsApp.

(Tin/Ysl)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel