WhatsApp Takut Kehilangan Pengguna

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kebijakan baru WhatsApp yang akan diterapkan pada 15 Mei mendatang dari sebelumnya pada awal Februari tahun ini masih menimbulkan kekhawatiran dari para penggunanya.

Aturan ini mewajibkan seluruh penggunanya untuk berbagi data pribadi mereka dengan Facebook, induk perusahaan WhatsApp. Namun, aplikasi pesan instan terkemuka itu mengaku dalam minggu-minggu mendatang mereka akan menampilkan spanduk di dalam aplikasinya.

Baca: Geger WhatsApp Palsu untuk iPhone, IMEI Disadap

Tujuannya untuk menyediakan lebih banyak informasi di mana pengguna dapat membacanya dengan seksama. "Kami juga mengikutsertakan informasi tambahan untuk menjawab berbagai pertanyaan yang kami terima sebagai bagian dari usaha kami untuk mengatasi kekhawatiran para pengguna," kata WhatsApp, Jumat, 19 Februari 2021.

Menurutnya, penting untuk para pengguna mengetahui bagaimana aplikasi tersedia secara gratis. Sementara itu mereka mengenakan biaya untuk pelanggan layanan bisnis, bukan kepada pengguna umum.

Beberapa fitur berbelanja melibatkan Facebook agar bisnis dapat mengelola inventaris di seluruh jajaran aplikasi. "Kami menampilkan lebih banyak informasi secara langsung di WhatsApp agar pengguna dapat memilih apakah mereka bersedia berkomunikasi dengan bisnis atau tidak," ungkap mereka.

WhatsApp juga membahas klaim beberapa aplikasi yang tidak bisa melihat pesan pengguna. Menurut mereka jika suatu aplikasi tidak menawarkan enkripsi ujung ke ujung (end-to-end encryption) secara default maka aplikasi tersebut masih dapat membaca pesan penggunanya.

Sementara WhatsApp memiliki akses ke sebagian data terbatas agar dapat menyediakan layanan yang aman dan reliabel, yang mereka yakini itulah yang dicari oleh pengguna dari layanannya.

"Kami sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan dan akan terus mengembangkan cara-cara baru untuk memenuhi tanggung jawab tersebut dengan lebih sedikit informasi, bukan lebih banyak," jelas WhatsApp.