WhatsApp Tidak Sedang Baik-baik Saja

Krisna Wicaksono, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Data yang dilacak oleh perusahaan analitik App Annie menunjukkan, WhatsApp turun dari delapan aplikasi yang paling banyak diunduh di Inggris pada 12 Januari lalu. Sebaliknya, Signal yang sebelumnya tidak pernah berada di 1.000 aplikasi teratas, pada 9 Januari menjadi yang paling banyak diunduh di negara itu.

Direktur Kebijakan Publik WhatsApp untuk Eropa, Timur Tengah dan Afrika, Niamh Sweeney mengatakan, kemerosotan itu diyakini terkait dengan pembaruan persyaratan layanan perusahaan.

Ia mengklarifikasi bahwa sebenarnya pembaruan itu untuk mengaktifkan serangkaian fitur baru seputar perpesanan bisnis, dan membuat transparansi yang lebih besar seputar kebijakan perusahaan yang sudah ada sebelumnya.

“Tidak ada perubahan soal berbagi data kami dengan Facebook di mana pun, di dunia,” kata Sweeney, dikutip dari situs The Guardian, Selasa, 26 Januari 2021.

Director of Market Insights, Amir Ghodrati, mengatakan peralihan aplikasi perpesanan dan jejaring sosial ini bukanlah hal yang aneh. Sifat dasar aplikasi sosial dan bagaimana fungsi utamanya melibatkan komunikasi dengan orang lain.

"Perkembangannya sering kali bergerak cukup cepat, berdasarkan peristiwa terkini. Kami telah melihat permintaan yang meningkat selama beberapa tahun terakhir untuk pesan terenkripsi dan aplikasi yang fokus pada privasi," ujarnya.

Pergeseran ke aplikasi perpesanan yang lebih berfokus pada privasi telah dibangun sebelum pengumuman WhatsApp di awal tahun ini. Aplikasi perpesanan yang menyediakan fitur privasi mengalami pertumbuhan terbesar pada paruh pertama 2020.

Aplikasi-aplikasi ini rata-rata 30 persen lebih banyak pengguna aktif daripada alternatifnya. Atas masalah ini, anak usaha Facebook itu akhirnya memundurkan waktu penerapan kebijakan layanan terbarunya.