Widia Fujiyanti tebus kegagalan beregu dengan emas perorangan

·Bacaan 4 menit

Atlet panjat tebing peraih medali emas nomor lead perorangan putri Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, Widia Fujiyanti, awalnya hanya menargetkan medali emas untuk Jawa Barat dari nomor lead dan boulder beregu putri.

"Cuma Alhamdulillah, lead dan boulder beregunya Jawa Barat baru dapat perunggu, belum bisa dapat emas," kata Widia saat ditemui ANTARA di Arena Panjat Tebing SP2 Mimika, Selasa.

Karena baru mendapat medali perunggu, dara kelahiran Bogor 5 Januari 1999 itu justru menjadi bertambah motivasinya untuk bisa meraih emas PON Papua pada nomor lainnya.

Tambahan motivasi itulah yang membuat Wiwi, demikian ia biasa disapa, bertanding penuh semangat, fokus dan pantang menyerah hingga hampir saja mencapai titik panjatan puncak (top) di pertandingan final nomor lead perorangan putri pada Senin (4/10).

Aksi Wiwi ini mampu memukau penonton yang berada di tribun Arena Panjat Tebing SP2 Mimika. Riuh tepuk tangan penonton menggema saat menyaksikan perjuangan keras Wiwi, meski pun dia belum berhasil mencapai top karena terlanjur kehabisan waktu.

Keberhasilan atlet panjat tebing putri binaan Pengurus Cabang (Pengcab) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bandung, Jawa Barat ini tentunya tidak terlepas dari kemampuan sang atlet untuk beradaptasi dan berkonsentrasi, serta persiapan yang sangat matang agar lebih tenang saat bertanding.

Wiwi mengalahkan Salsabila yang juga pemnajat tebing asal Jawa Barat untuk menjadi peraih medali emas di nomor lead perorangan putri. Ia tercatat memanjat hingga titik panjatan yang bernilai 46, sementara Salsabila tercatat memanjat hingga titik bernilai 24+.

Di posisi ketiga, pemanjat tebing asal Papua Triara Putri Raudhah keluar sebagai peraih medali perunggu setelah hanya mampu memanjat sampai titik panjat yang bernilai 23.

Baca juga: Jawa Barat tambah emas, perak, dan perunggu Panjat Tebing PON Papua

Persiapan tiga tahun

Widia Fujiyanti kepada Antara di Mimika, Selasa (5/10) mengatakan masih bertekad menambah koleksi medali emasnya dengan bertanding pada nomor combine.

Sejauh ini, Wiwi baru berhasil mendapatkan koleksi satu keping emas dan dua medali perunggu.

"Sekarang aku masih main di nomor combine, insya Allah target juga di combine. Selama di PON Papua ini aku baru berhasil satu medali emas dan dua perunggu," kata Wiwi.

Selanjutnya persiapan Wiwi

Atlet panjat tebing asal Jawa Barat Widia Fujiyanti nyaris mencapai puncak tebing nomor lead perorangan putri pada Senin (4/10/2021). ANTARA/Abdu Faisal/am.
Atlet panjat tebing asal Jawa Barat Widia Fujiyanti nyaris mencapai puncak tebing nomor lead perorangan putri pada Senin (4/10/2021). ANTARA/Abdu Faisal/am.


Wiwi sudah mempersiapkan diri untuk kejuaraan PON keduanya sekitar tiga tahun. Di ajang PON pertamanya, dia hanya mampu meraih perunggu dan belum sukses mendulang emas.

"Ini PON saya yang kedua, yang pertama kali baru dapat perunggu di PON XIX Jawa Barat tahun 2016 untuk nomor lead beregu putri," kata Wiwi.

Persiapan pun dilakukan dengan maksimal melalui pemusatan latihan daerah yang digelar di Stadion Pakansari, Bogor, arena pertandingan panjat tebing di kejuaraan PON XIX Jawa Barat.

Stadion Pakansari dipilih sebagai tempat berlatih karena memiliki fasilitas panjat tebing terbaik di Jawa Barat.

"Terus poin-poinnya juga bukan poin lokal lagi, tapi banyak poin-poin yang dari luar," kata Wiwi.

Kini Wiwi semakin siap bertanding dan bertekad menjadikan kontingen Jawa Barat sebagai juara umum di cabang olahraga panjat tebing pada PON XX Papua kali ini.

Sering Hujan

Widia mengatakan Papua memiliki fasilitas panjat tebing yang sangat baik. Itu sebabnya, tidak ada kendala baginya untuk meraih medali emas dalam kejuaraan PON kali ini.

Hanya saja, dirinya masih mencoba beradaptasi dengan cuaca di Mimika yang kadang panas dan terkadang hujan.

Baca juga: Atlet panjat tebing keluhkan cuaca ekstrem di Mimika

"Panasnya sama sih kayak di Cibinong, Bogor. Cuma tidak seekstrem di sini (Mimika). Bentar panas, terus hujan," kata Widia.

Meski bukan berjuluk 'Kota Hujan', Arena Panjat Tebing SP2 di Mimika cukup sering turun hujan ketika pertandingan.

"Jadi harus benar-benar jaga kondisi tubuh agar selalu sehat. Kalau yang lain sih, lancar-lancar saja ya. Enggak ada kendala

," kata Widia.

Widia cukup sering mengikuti pertandingan panjat tebing tingkat internasional selain kejuaraan terbuka tingkat nasional. Sebelum PON, ia mengikuti Asian Championship 2019. Sebelumnya lagi tahun 2018 pernah ikut Asian Games.

Sebelum Asian Games 2018, ia pun pernah mengikuti kejuaraan boulder dunia Zero Gravity Bouldering Competition 2018 yang dihelat di Bonafico High Street, Filipina dan berhasil membawa pulang medali emas pada nomor women's open competition.

Warga Jawa Barat kini menaruh asa di pundak Widia untuk mengharumkan tataran Sunda di kejuaraan PON XX Papua, semangat terus!

Baca juga: PON jadi tolok ukur prestasi atlet panjat tebing ikut kejuaraan dunia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel