Wijaya Karya Terbitkan Obligasi Berkelanjutan Tahap I 2021 Rp 1,75 Triliun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) akan menerbitkan obligasi berkelanjutan tahap I tahun 2021 sebesar Rp 1,75 triliun. Obligasi tersebut bagian dari penawaran umum berkelanjutan obligasi berkelanjutan II WIKA dengan target dana Rp 3,5 triliun.

Mengutip laman di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/8/2021), PT Wijaya Karya Tbk menerbitkan obligasi berkelanjutan II tahap I tahun 2021 terdiri dari tiga seri. Seri A bertenor tiga tahun sejak tanggal emisi. Seri B berjangka waktu lima tahun, dan seri C berjangka waktu tujuh tahun.

Bunga obligasi dibayarkan setiap tiga bulan sejak tanggal emisi, sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing bunga obligasi. Pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada 8 Desember 2021. Sedangkan pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi masing-masing pada 8 September 2024 untuk obligasi seri A, 8 September 2026 untuk obligasi seri B, dan 8 September 2028 untuk obligasi seri C.

Selain itu, PT Wijaya Karya Tbk juga menawarkan penawaran umum berkelanjutan sukuk mudharabah II dengan target dana yang dihimpun Rp 1,5 triliun.

Pada tahap I tahun 2021, perseroan menargetkan dana sukuk sebesar Rp 750 miliar. Sukuk tersebut juga terdiri dari tiga seri. Seri A berjangka waktu tiga tahun, seri B berjangka waktu lima tahun, dan seri C berjangka waktu tujuh tahun.

Perseroan menyatakan obligasi dan sukuk mudharabah ini tidak dijamim dengan jaminan khusus tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan perseroan baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada dan yang akan ada pada kemudian hari.

PT Wijaya Karya Tbk mendapatkan hasil pemeringkatan untuk surat utang jangka panjang ini dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) A. Sementara itu, hasil pemeringkatan sukuk dari Pefindo yaitu idAsyariah.

Perseroan akan memakai dana hasil penerbitan obligasi untuk membayar sebagian utang jangka pendek perseroan kepada PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk.

Sementara itu, pemakaian dana dari penawaran sukuk mudharabah akan digunakan untuk membiayai modal kerja proyek infrastruktur dan gedung yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah di pasar modal.

PT Wijaya Karya Tbk telah menunjuk penjamin emisi obligasi dan sukuk mudrahabah antara lain PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT RHB Sekuritas Indonesia. Adapun yang bertindak sebagai wali amanat yaitu PT Bank Mega Tbk.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Jadwal Sementara Penawaran

Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Jadwal sementara penawaran obligasi dan sukuk yaitu:

-Masa penawaran awal: 20-30 Agustus 2021

-Perkiraan tanggal efektif: 31 Agustus 2021

-Perkiraan masa penawaran: 2-3 September 2021

-Perkiraan tanggal penjatahan: 6 September 2021

-Perkiraan tanggal pengembalian uang pesanan: 8 September 2021

-Perkiraan tanggal distribusi obligasi secara elektronik: 8 September 2021

-Perkiraan tanggal pencatatan di BEI: 9 September 2021

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel