WIKA Beton selesaikan produksi "slab track" untuk proyek kereta cepat

PT Wijaya Karya Beton Tbk. atau WIKA Beton, sebagai anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, merampungkan lebih cepat produksi slab track untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

“WIKA Beton bekerja secara maksimal menyelesaikan produksi slab track dan produk lainnya dalam mendukung pelaksanaan pekerjaan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini dengan jaminan biaya, waktu dan mutu kualitas terbaik dengan tetap menjalankan sistem manajemen kesehatan & keselamatan kerja di lingkungan kerja kami,” ujar Direktur Utama WIKA Beton Kuntjara dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Kuntjara juga menambahkan tidak hanya lebih cepat, WIKA Beton juga berhasil mengadaptasi teknologi produksi Slab Track asal Tiongkok ini dengan biaya yang lebih efisien. Pasalnya, WIKA Beton mampu menyelesaikan produksi dengan melibatkan jumlah pekerja lokal yang lebih ramping yakni sebanyak 283 orang.

WIKA Beton mendapatkan kepercayaan dari PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) untuk memproduksi Slab Ballastless Track (Slab Track) untuk lintasan proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung (KCJB).

Kini WIKA Beton telah berhasil menyelesaikan produksi dalam waktu lebih cepat 2 pekan dari target yang ditetapkan, yakni 31 Mei 2022, dengan tetap memperhatikan kualitas dan mutu produk.

Slab track merupakan bentuk konstruksi modern pengganti ballast yang berupa lempengan jalur beton bertulang yang kaku, dengan tetap memiliki fungsi dan manfaat yang sama seperti ballast.

Salah satu kelebihan slab track adalah perawatan yang relatif mudah (low maintenance) serta lebih cocok untuk kereta dengan kecepatan tinggi karena memiliki struktur berkualitas tinggi yang dapat menjaga kenyamanan dan kestabilan kereta.

Hal tersebut seimbang dengan dana yang dikeluarkan serta proses pengerjaannya membutuhkan tenaga khusus dan teknologi modern.

Dari total kebutuhan proyek sebanyak 30.177 buah slab track, WIKA Beton mendapatkan porsi pekerjaan 49 persen atau sebanyak 14.786 buah melanjutkan pekerjaan dari Sinohydro sebanyak 51 persen.

Sebagai informasi, di dalam proyek KCJB ini WIKA Beton tak hanya berpartisipasi pada produksi slab track, tetapi juga pembangunan struktur lintasan berupa produksi Bantalan Jalan Rel (BJR) atau Railway Sleepers dan penyediaan Ready Mix Concrete melalui empat batching plant yaitu: batching plant Halim, batching plant Karawang, batching plant Walini, dan batching plant Baros.

Baca juga: WTON rampungkan produksi Slab Track KCJB lebih cepat dari target
Baca juga: WIKA paparkan keberhasilan strategi ekspansi ke luar negeri
Baca juga: WIKA catat raihan kontrak baru Rp9,28 triliun pada kuartal I 2022

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel