WIKA dan BUMN infrastruktur bentuk Institut Pembelajaran Infrastruktur

·Bacaan 2 menit

PT Wijaya Karya bersama PT Semen Indonesia dan BUMN infrastruktur lainnya membentuk Institut Pembelajaran Infrastruktur Indonesia (Indonesia Infrastructure Learning Institute) dan Institut Riset dan Inovasi Infrastruktur (Infrastructure Research and Innovation Institute).

Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmojo menyampaikan bahwa kedua institusi tersebut akan menjadi wadah untuk mendorong terciptanya pemimpin dan kader kelas dunia yang menjalankan praktik manajemen kelas dunia serta mengadopsi digital dan teknologi dan juga meningkatkan kemampuan inovasi dari setiap kader BUMN.

"Saya yakin melalui BUMN yang semakin kompeten dan profesional, kita memiliki potensi untuk memajukan infrastruktur di negara ini secara sehat dan berkelanjutan dan mempunyai perusahaan- perusahaan infrastruktur yang berskala global," ujar Kartika dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

BUMN klaster infrastruktur mewujudkan sinergi melalui pembentukan I2LI dengan WIKA bertindak sebagai koordinator dan Indonesia Infrastructure Research and Innovation Institute (I2RI) dengan SIG sebagai koordinator.

Selain Wijaya Karya (WIKA) dan Semen Indonesia (SIG), turut bergabung Adhi Karya, Waskita Karya, Pembangunan Perumahan, Hutama Karya, Brantas Abipraya, Perum Perumnas, Jasa Marga dan Semen Baturaja.

WIKA mendapatkan kepercayaan sebagai Koordinator I2LI, yang diamanahkan untuk menjadikan I2LI sebagai wadah belajar bagi SDM di bidang infrastruktur dengan mengedepankan metode 70/20/10, yang mana 70 persen adalah pembelajaran eksperimen, 20 persen sosial, 10 persen formal.

Dalam proses belajar, I2LI juga akan melibatkan para pengajar dengan kompetensi serta pengalaman luas di bidang infrastruktur.

Sebagai tindak lanjut, I2LI telah melaksanakan serangkaian kegiatan diantaranya webinar "How BIM Solves Everything” yang diikuti oleh 1.495 peserta dari berbagai kalangan baik kementerian, sesama BUMN, akademisi, swasta.

Kini, I2LI tengah menyelenggarakan pelatihan project management yang bertujuan membekali pegawai BUMN infrastruktur agar dapat memahami lingkup menyeluruh dalam mengelola proyek secara efektif melalui rujukan-rujukan praktek terbaik (best practice) berbasis kepada Project Management Body Of Knowledge (PMBOK).

Kedepannya, I2LI akan terus memberikan program pelatihan yang menyasar pada kebutuhan kompetensi BUMN infrastruktur dengan pengajar yang merupakan ahli-ahli di BUMN infrastruktur.

Direktur Human Capital dan Pengembangan WIKA, Mursyid menyampaikan bahwa sebagai koordinator, WIKA siap untuk menjalankan tugas guna menyiapkan SDM bidang infrastruktur Indonesia yang kompeten dan berkualitas global.

"WIKA juga sudah sejak 2006 masuk ke pasar luar negeri dan kini dikenal sebagai BUMN Karya paling aktif dalam melakukan ekspansi bisnis di overseas. Dengan demikian, insan WIKA sudah lama disiapkan untuk beradaptasi sekaligus bersaing di kancah global, sejajar dengan perusahaan-perusahaan infrastruktur lain di luar negeri. Ini jadi nilai lebih dari WIKA yang bisa dibagikan melalui keikutsertaan," kata Mursyid.

Baca juga: WIKA catat laba bersih Kuartal I tahun ini Rp105 miliar
Baca juga: Atap seberat 3.900 ton telah terpasang di JIS
Baca juga: WIKA ungkap alasannya jadi unggulan di konstruksi industri dan mineral

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel