WIKA, Kemendikbudristek dan 2 kampus kerja sama kembangkan EBTKE

·Bacaan 2 menit

PT Wijaya Karya (WIKA) Tbk menjalin kerja sama pengembangan Energi Baru, dan Terbarukan serta Konversi Energi (EBTKE) di lingkungan kampus dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dan dua perguruan tinggi yakni Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Aisyiah (Unisa) Yogyakarta.

"Suatu kehormatan bagi WIKA dapat berdiri beriringan membangun fundamental riset, sarana, dan prasarana berbasis energi terbarukan dengan Dikti dan perguruan tinggi," ujar Dirut WIKA Agung Budi Waskito dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Kerja sama itu ditindaklanjuti melalui penandatanganan nota kesepahaman bersama, antara Direktur Utama Perseroan, Agung Budi Waskito, Dirjen Dikti Nizam, dan Rektor UGM Panut Mulyono di Kampus UGM, Yogyakarta.

Dirjen Dikti Nizam mengatakan melalui pengembangan kerja sama Tridharma Perguruan Tinggi dan groundbreaking Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 2-3 MW di halaman Fakultas Teknik UGM, diharapkan dapat menjadi momentum dan motor pengungkit kerja sama strategis perguruan tinggi serta pelaku industri, untuk melakukan inovasi lebih intensif dalam energi listrik.

"Melalui Gerakan Kampus Energi Terbarukan di UGM ini, Indonesia optimistis dapat memenuhi target di tahun 2025 sebagai negara yang menggunakan energi terbarukan dengan capaian 23 persen," ujarnya.

Baca juga: Menteri ESDM ungkap strategi RI capai target karbon netral pada 2060

Lebih lanjut Nizam mengatakan untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi, salah satu faktor pendorong adalah masifnya inovasi melalui sinergi antara kampus dengan dunia industri untuk mengembangkan PLTS.

Sementara itu Rektor UGM, Panut Mulyono menyambut baik kerja sama pengembangan EBTKE di kampusnya. UGM terang Panut, berusaha memperbanyak penggunaan energi surya untuk subtitusi sebagian kecil energi listrik yang dibangkitkan menggunakan energi batu bara.

"Untuk itu kami menyampaikan komitmen menjadikan PLTS di kampus akan menjadi media pembelajaran, laboratorium riset, dan pengembangannya," katanya.

Selain UGM, penandatanganan MoU di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat juga dilakukan oleh Direktur Operasi II WIKA, Harum Akhmad Zuhdi dengan Rektor Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Warsiti.

“WIKA berkomitmen menjadikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya 200 kWp di kampus Unisa sebagai sebuah medium pembelajaran laboratorium research dan development,” kata Harum.

Sedangkan Rektor Universitas Aisyiyah (Unisa) yakni Warsiti berharap sinergi WIKA - Unisa dalam bidang riset dan pengembangan EBTKE dapat berjalan efektif, efisien dan segera terealisasi.

"Civitas Akademika Unisa siap mendukung pemanfaatan green energy sesuai dengan program pemerintah untuk percepatan bauran energi terbarukan," kata Warsiti.

Baca juga: Presiden tawarkan ide ke Aisyiyah dirikan fakultas nonkonvensional

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel