WIKA ungkap tiga proyek infrastrukturnya akan rampung semester II 2021

·Bacaan 2 menit

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. atau WIKA menargetkan tiga proyek infrastruktur yang ditangani BUMN karya tersebut akan rampung dan diresmikan pada semester II-2021.

Sepanjang semester I-2021, perseroan menunjukkan komitmen yang kuat dari sisi operasi dengan mengejar penyelesaian sejumlah proyek, antara lain Bendungan Kuningan, Bendungan Bendo, serta Jalan Tol Serang – Panimbang Seksi I. Proyek-proyek tersebut dijadwalkan selesai dan diresmikan pada semester II-2021.

“Kami akan terus berupaya untuk menjaga kondisi keuangan WIKA tetap sehat, sehingga proyek-proyek yang telah dipercayakan kepada WIKA dapat kami tuntaskan dengan baik dan memberikan manfaat dari sisi profitabilitas untuk perusahaan serta kemanfaatan untuk masyarakat luas,” kata Direktur Utama Perseroan WIKA Agung Budi Waskito dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Baca juga: WIKA raih laba bersih Rp136 miliar pada semester I-2021

WIKA sedang menangani sejumlah proyek infrastruktur yang strategis dan penting, salah satunya Jalan Tol Serang-Panimbang.

PT Wijaya Karya Serang Panimbang (WSP) sebagai entitas anak WIKA merupakan badan usaha jalan tol (BUJT) berdasarkan perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) pada 22 Februari 2017 untuk membangun Jalan Tol Serang-Panimbang yang melintasi kabupaten/kota, yaitu Kota Serang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Pandeglang.

Di bidang infrastruktur sumber daya air, WIKA Konsorsium menangani proyek Bendungan Bendo yang terletak di Dukuh Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Bendungan Bendo dapat dimanfaatkan untuk peningkatan layanan irigasi seluas 7.800 hektar di Kabupaten Ponorogo dan Madiun sebagai sentra pertanian Jawa Timur.

Baca juga: Pengamat: Tol Serang-Panimbang percepat pembangunan KEK Tanjung Lesung

Kemudian proyek bendungan lainnya yakni Bendungan Kuningan yang dirancang memiliki kapasitas tampung sebesar 25,9 juta meter kubik dan luas genangan 221,59 hektare untuk menyuplai air bagi daerah irigasi seluas 3.000 hektare di beberapa daerah Jawa Barat bagian utara.

Sebelumnya WIKA mencatatkan kinerja positif di tengah pandemi COVID-19 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp136,10 miliar pada semester I tahun ini yang didukung oleh penjualan sebesar Rp6,77 triliun sesuai laporan keuangan hingga 30 Juni 2021.

Kontribusi terbesar dari penjualan didapat dari sektor infrastruktur dan gedung yang kemudian diikuti secara berturut-turut oleh sektor energy & industrial plant dan sektor industri.

Sejalan dengan itu, hingga Juli 2021 WIKA tercatat memperoleh kontrak baru sebesar Rp11,96 triliun, naik 168 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian ini kemudian menambah order book menjadi Rp78,57 triliun.

Hal itu menunjukkan bahwa WIKA sangat sehat secara keuangan dan masih memiliki ruang yang cukup untuk berpartisipasi pada proyek-proyek infrastruktur strategis yang menjadi fokus pembangunan oleh pemerintah.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel