Wiku: Indonesia kedepankan kehati-hatian nyatakan akhir pandemi

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito menyampaikan Indonesia masih mengedepankan prinsip kehati-hatian untuk menyatakan pandemi COVID-19 sudah berakhir.

"Indonesia masih mengedepankan prinsip kehati-hatian dan kewaspadaan. Jangan sampai kita tergesa-gesa menyampaikan bebas pandemi tanpa mengacu pada data dan kondisi COVID-19 terkini dari berbagai negara di dunia," ujarnya dalam konferensi pers Perkembangan Penanganan COVID-19 di Indonesia yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis.

Jika melihat situasi pada tingkat global, ia mengemukakan, sebagian negara sudah mengalami penurunan kasus dalam waktu yang cukup lama.

Ia menyebutkan, Jerman dan Italia sudah mengalami penurunan kasus COVID-19 selama dua bulan sejak puncak kasus terakhir.

Baca juga: Wiku: Situasi pandemi COVID-19 di Indonesia relatif stabil sejak Maret

Baca juga: Epidemiolog: Jadikan ucapan WHO semangat akhiri pandemi COVID-19

Kemudian, lanjut dia, Amerika Serikat, Kanada, dan India kasusnya cenderung stabil setelah awal tahun. Dan Inggris sempat mengalami kenaikan kasus pada Maret namun terus cenderung menurun.

Di negara tetangga, kata Wiku, yaitu Malaysia mengalami penurunan kasus sudah enam bulan sejak puncak kasus terakhir, sedangkan Australia dan Singapura sudah dua bulan sejak kenaikan terakhirnya.

Sementara Korea Selatan dan Jepang, lanjut Wiku, menjadi negara yang baru saja pulih dari puncak kasusnya, di mana kedua negara tersebut mengalami puncak kasus di bulan Agustus lalu.

Namun, ia menambahkan, masih terdapat beberapa negara yang mengalami kenaikan kasus seperti Rusia, Perancis, dan Austria yang mengalami kenaikan kasus mingguan.

Baca juga: Sebanyak 62,97 juta penduduk Indonesia telah divaksin COVID-19 penguat

Baca juga: Penambahan kasus harian COVID-19 terbanyak di DKI Jakarta

Ia menyampaikan, Rusia telah mengalami kenaikan sejak bulan Juli, sedangkan Perancis dan Austria baru mengalami kenaikan di bulan ini.

"Keadaan ini menjadi bukti bahwa kondisi COVID-19 yang dihadapi oleh berbagai negara berbeda-beda," tuturnya.

Sementara di Indonesia, Wiku mengatakan, kondisi COVID-19 sudah stabil sejak puncak terakhir di bulan Maret akibat varian Omicron.

"Sempat mengalami kenaikan di bulan Agustus namun angkanya tidak signifikan," katanya.

Baca juga: Kemenkes skrining dan siapkan prosedur karantina delegasi KTT G20

Baca juga: Jakbar genjot sebaran vaksin guna tekan kasus COVID-19 di Kembangan

Baca juga: Epidemiolog ingatkan jaga jarak masih diperlukan untuk hadapi COVID-19