Wilayah Subur, Kementan Dorong Kabupaten Karawang Jadi Percontohan Tiga Kali Panen

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Kabupaten Karawang diharapkan dapat menjadi model pertanian modern yang bisa tiga kali panen dalam semusim. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.

Menurut Menteri Syahrul, hal itu bisa terjadi karena Karawang merupakan wilayah subur dan terbukti menjadi lumbung pangan nasional.

"Bapak, Ibu sekalian. Kita harus bisa membuat negeri ini panen tiga kali. Kita rumuskan yuk. Dan saya mau Kecamatan Rawamerta di Karawang ini menjadi contohnya pertanian hebat di Jawa Barat," ujar Menteri Syahrul saat mengikuti panen raya di Desa Gombongsari, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu, (13/11).

Sejauh ini, kata Syahrul, kontribusi Karawang terhadap kebutuhan pangan nasional sangatlah luar biasa, dimana dalam setiap panen, rata-rata produksi padi mencapai delapan ton per hektare. Oleh karena itu, apa yang dilakukan petani dan jajaran pemerintahan daerah sudah sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat.

"Yang pasti semuanya harus mengarah pada kepentingan rakyat, kepentingan negara dan kepentingan ibadah. Karawang itu sangat luar biasa dan harus makin luar biasa lagi ke depannya. Saya berharap agar TNI Polri juga terus menjaga dengan baik. Kita ini negara keempat terbesar di dunia, Bapak. Jadi kita tidak boleh salah hitung. Apalagi penduduk Jawa Barat sangatlah padat," katanya.

Mengenai hal ini, Syahrul mengaku sudah membuat kesepakatan bersama untuk merumuskan skema peningkatan produktivitas. Skema itu diantaranya menyiapkan bibit unggul pada lahan kering dan basah, serta menyiapkan sarana dan prasarana teknologi untuk mengatasi adanya kendala air.

"Nah kami sudah sepakat tadi mulai dari kepala desa, pak camat dan ibu bupati bahwa kami akan coba sampai ke tiga kali panen dalam semusim. Dan saya berharap Karawang jadi dicontohnya," katanya.

Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana yang diwakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, Hanafi Chaniago menyampaikan terimakasih atas arahan dan dukungan Mentan Syahrul terhadap sektor pertanian di Jawa Barat.

Menurut Cellica, dukungan Kementan sangatlah besar, sehingga membuat Karawang mampu mempertahankan statusnya sebagai lumbung pangan nasional.

"Alhamdulillah Karawang bisa kami pertahankan sebagai lumbung pangan Jawa Barat karena kami ada di posisi kedua setelah Indramayu. Dan untuk memberikan intensif kepada petani, kami sudah membuat perda No 13 tahun 2017 tentang perlindungan petani. Sekali lagi kami mengucapkan terimakasih atas bantuan kementan yang pada tahun ini sudah mencapai 11 miliar dalam bentuk alsintan, benih dan pupuk," tutupnya.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel