Willow Smith Ngaku Anut Poliamori, Hubungan dengan Lebih dari 1 Orang

Tasya Paramitha
·Bacaan 1 menit

VIVA – Putri aktor Will Smith, Willow Smith tiba-tiba mengungkap kabar mengejutkan. Ia mengaku sebagai penganut poliamori atau polyamorous, yang merupakan hubungan dengan lebih dari satu orang

Berbeda dengan poligami, dalam poliamori tidak mensyaratkan pernikahan sebagai ikatan. Poliamori hanya mengedepankan sifat saling keterbukaan antara yang satu dengan yang lainnya.

Willow Smith membuat pengakuan mengejutkan dalam podcast terbaru Red Table Talk baru-baru ini. Dalam episode itu, Willow membahas tentang pernikahan dan hubungan monogami dengan sang ibu, Jada Pinkett Smith, serta neneknya, Adrienne Banfield-Norris yang dipanggilnya dengan panggilan Gammy.

“Dengan poliamori, menurutku, pondasi utamanya adalah kebebasan untuk dapat menciptakan gaya hubungan yang sesuai untuk kita, dan tidak melangkah ke monogami hanya karena itu yang dikatakan semua orang di sekitar kita,” ucapnya.

Klik halaman berikutnya.

Menurut Willow Smith, berdasarkan risetnya tentang poliamori, alasan hubungan monogami atau pernikahan seringkali gagal dan kebanyakan berakhir dengan perceraian adalah karena faktor ketidaksetiaan.

Sang nenek pun menanggapi dan menyebut hubungan poliamori hanya berpusat seputar seks. Namun, Willow menolak anggapan itu dengan menyebutkan contoh yang sangat personal.

"Biar aku beri contoh. Katakanlah kamu bukan seseorang yang menginginkan hubungan seks sepanjang waktu, tetapi partnermu iya. Apakah kamu sebagai orang tersebut akan mengatakan, seperti, 'Hanya karena aku tak memiliki keinginan ini, kamu tak bisa memilikinya?” kata Willow Smith berpendapat.

Sang ibu pun mengatakan bahwa ia mendukung penuh pilihan putrinya.

Baca artikel ini sampai selesai untuk mengetahui berita selengkapnya.

“Ingin mengatur hidupmu sedemikian rupa sehingga kamu dapat memiliki apa yang kamu inginkan. Aku pikir apa pun bisa dilakukan selama niatnya jelas." kata Jada Pinkett Smith.

Willow Smith lantas mengatakan bahwa keputusannya berpusat pada kebebasannya, bukan jenis kelaminnya.

"Di antara teman-temanku, aku satu-satunya orang yang berpolitik, dan aku memiliki hubungan seks paling sedikit dari mereka," katanya.

Laporan: Aufa Prasya Namyra