Winda Novi jadi tumpuan Sumbar rebut emas pencak silat PON Papua

·Bacaan 1 menit

Atlet pencak silat putri Winda Novi Yalni dipastikan menjadi tumpuan bagi kontingen Sumatera Barat (Sumbar) untuk merebut medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua setelah banyak rekan satu daerahnya gagal meraih hasil terbaik.

"Alhamdulillah Winda lolos ke final, meskipun banyak pesilat kita yang kalah di nomor lain,” kata pelatih pencak silat Sumatera Barat Irmay Hendri dalam keterangan resminya, Minggu.

Selain dari Winda Novi Yalni yang turun di kelas tanding C 55 kg, harapan tim Ranah Minang untuk mengejar medali kejuaraan empat tahunan ini datang dari nomor seni ganda putri.

Baca juga: 18 atlet akan perebutkan medali emas di final pencak silat PON XX
Baca juga: Hendra akui sudah yakin mampu kalahkan Bangkit juara Asian Games


“Kita berharap di dua nomor yang tersisa agar bisa menyumbang emas untuk Sumbar, kita mohon doa dari masyarakat Indonesia, khususnya untuk warga Ranah Minang,” kata Irmay menambahkan.

Sesuai dengan jadwal, laga final kelas C 55 kilogram akan dipertandingkan di GOR Toware, Kabupaten Jayapura, Senin, (11/10) dengan menghadapi pesilat asal Jawa Timur, Surya Ningtyas.

Pada hari yang sama juga dipertandingkan nomor seni ganda pencak silat putri.

“Sesuai jadwal, final mainnya hari Senin saya harap kita diberi kelancaran,” pungkas Irmay.

Sebelumnya, atlet Sumbar peraih emas pada PON Jawa Barat 2016, Anton Yuspermana gagal mengalahkan pesilat asal Bali, I Wayan pada kelas H 80 kilogram. Demikian juga dengan Rahmat Natsir dikelas J 90 kilogram kalah saat berhadapan dengan Eri Budiono asal Jawa Barat dan Ridhan Aprilandha pada kelas I 85 kilogram juga kalah oleh pesilat Bali Cok Gede.

Baca juga: Atlet Jateng Khoirudin Mustakim ke final usai kalahkan pesilat Sumbar
Baca juga: Juara Asian Games tumbang di tangan pesilat Kalimantan Timur

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel