Windy Cantika raih emas pada Kejuaraan Asia Junior 2020 di Tashkent

Irwan Suhirwandi

Lifter putri Indonesia Windy Cantika Aisah meraih medali emas pada Kejuaraan Angkat Besi Remaja dan Junior Asia 2020 di Tashkent, Uzbekistan, Jumat.

Pada kejuaraan yang merupakan salah satu ajang kualifikasi kategori gold menuju Olimpiade 2020 Tokyo itu, Windy membukukan total angkatan 185 kg dengan snatch 85 kg, dan clean and jerk 100 kg.

Berada di kelas 49 kg, Windy sukses melakukan angkatan snatch seberat 80 kg di percobaan pertama. Saat menaikkan beban pada kesempatan kedua, ia juga mulus mengangkat beban 85 kg.

Namun pada percobaan terakhir, Windy gagal mempertajam angkatan snatch-nya saat beban ditingkatkan menjadi 87 kg sehingga catatan terbaiknya hanya berada di angka 85kg.

Baca juga: Windy Cantika ditargetkan tampil di Olimpiade 2020 Tokyo

Begitu pun dengan angkatan clean and jerk, catatan terbaik Windy muncul di kesempatan pertama, ketika ia hanya mampu mengangkat 100 kg. Ia kembali gagal kala menaikkan beban menjadi 105 kg di kesempatan kedua maupun 106 kg di percobaan ketiga.

Meski begitu, hasil tersebut berhasil menempatkannya di posisi pertama untuk kemudian meraih medali emas bagi tim angkat besi Indonesia.

Adapun medali perak di kelas tersebut direbut lifter China Taipei, Lin Cheng-Jin yang membukukan total angkatan 164 kg, dengan snatch 74 kg dan clean and jerk 90 kg. Sementara medali perunggu diraih lifter asal Jepang Higa Sei dengan total angkatan 158 kg (snatch 71 kg dan clean and jerk 87 kg).

Meski menempati peringkat pertama, catatan Windy itu justru menurun dibanding yang dibukukannya pada SEA Games 2019 Filipina, ketika ia menyumbangkan medali emas untuk tim Merah Putih berkat total angkatan 190 kg.

Baca juga: PB PABBSI harap lifter junior dampingi Eko Yuli di Olimpiade 2020

Kendati begitu, pelatih kepala angkat besi Indonesia Dirdja Wihardja tetap bersyukur anak asuhnya bisa meraih emas sekaligus mengumpulkan poin menuju Olimpiade 2020.

“Hasil ini sangat luar biasa karena level kejuaraan ini lebih bergengsi ketimbang SEA Games atau level gold. Sedangkan SEA Games kemarin levelnya silver. Tentunya, poin untuk meraih tiket Olimpiade Tokyo semakin terbuka,” kata Dirdja ketika dihubungi pewarta melalui pesan singkat dari Jakarta, Jumat.

Lifter putri Indonesia lainnya, Juliana Klarisa yang turun di kelas 55kg meraih medali perak dengan angkatan snatch 78 kg dan clean and jerk 104 kg.

Masih ada beberapa lifter lainnya yang akan tampil pada kejuaraan yang berlangsung pada 14-16 Februari itu. Mereka adalah Rahmat Erwin Abdullah (73 kg), Putri Aulia (59 kg), Tsabitha Alfiah Ramadani (64 kg), Mohammad Yasin (67 kg) dan Muhammad Fathir (61 kg).

Baca juga: Windy Cantika raih emas dan pecahkan rekor dunia junior