Wisata Candi Borobudur dan Destinasi Menarik di Sekitarnya

Liputan6.com, Jakarta Wisata Candi Borobudur merupakan destinasi favorit para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Candi Borobudur merupakan candi peninggalan Buddha terbesar di dunia. Candi yang dibangun pada masa Dinasti Sailendra antara 780-840 Masehi ini menjadi salah satu ikon pariwisata Indonesia.

Wisata Candi Borobudur tak pernah sepi pengunjung. Di wisata Candi Borobudur pengunjung dibawa untuk melihat kemegahan Candi yang berada di Kabupaten Magelang ini. Wisata Candi Borobudur juga menyimpan makna filosofis tentang kehidupan.

Selain kemegahan candi, para wisatawan juga bisa mengunjungi tempat-tempat menarik yang berada tidak jauh dari lokasi candi. Tempat-tempat ini seperti museum, perbukitan, hingga pasar. Tak jauh dari wisata Candi Borobudur, Anda juga bisa menemukan dua candi peninggalan Buddha yaitu Candi Mendut dan Candi Pawon. Ketiga candi ini membentuk rute untuk Festival Hari Waisak yag digelar tiap tahun saat bulan purnama pada Bulan April atau Mei.

Wisata Candi Borobudur bisa ditempuh dari pusat kota Magelang sejauh 17 km dan Yogyakarta sekitar 40 km. Berikut ulasan mengenai wisata Candi Borobudur dan destinasi menarik di sekitarnya, dirangkum liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis(16/1/2020).

Mengenal Candi Borobudur

Candi Borobudur (AFP Photo/Goh Chai Hin)

Candi Borobudur dibangun pada masa Dinasti Sailendra sekitar 780-840 Masehi. Candi ini dibangun sebagai tempat pemujaan Buddha dan ziarah. Tempat ini berisi petunjuk agar manusia menjauhkan diri dari nafsu dunia dan menuju pencerahan dan kebijaksanaan menurut Buddha.

Candi Borobudur merupakan candi atau kuil Buddha terbesar di dunia dan memiliki monumen Buddha terbesar di dunia. Borobudur juga memiliki koleksi relief Buddha terlengkap dan terbanyak di dunia. Candi ini memiliki 504 patung Buddha dengan sikap meditasi dan enam posisi tangan yang berbeda di sepanjang candi.

Borobudur dibangun dengan gaya Mandala yang mencerminkan alam semesta dalam kepercayaan Buddha. Struktur bangunan ini berbentuk kotak dengan empat pintu masuk dan titik pusat berbentuk lingkaran. Bangunan Candi Borobudur terdiri dari 3 zona yang menggambarkan tiap-tiap siklus kehidupan manusia.

Zona Bangunan Candi Borobudur

Zona Bangunan Candi Borobudur (sumber: Pixabay)

Kamadhatu

Kamadhatu menggambarkan alam dunia yang terlihat dan sedang dialami oleh manusia saat ini. Kamadhatu terdiri dari 160 relief yang menjelaskan Karmawibhangga Sutra, yaitu hukum sebab akibat. Menggambarkan mengenai sifat dan nafsu manusia, seperti merampok, membunuh, memperkosa, penyiksaan, dan fitnah.

Rupadhatu

Rupadhatu menggambarkan alam peralihan, dimana manusia telah dibebaskan dari urusan dunia. Rapadhatu terdiri dari galeri ukiran relief batu dan patung buddha. Secara keseluruhan ada 328 patung Buddha yang juga memiliki hiasan relief pada ukirannya.

Arupadhatu

Arupadhatu menggambarkan alam tertinggi, rumah Tuhan atau Nirwana. Bangunan ini terdiri dari tiga serambi berbentuk lingkaran mengarah ke kubah di bagian pusat atau stupa yang menggambarkan kebangkitan dari dunia. Pada bagian ini tidak ada ornamen maupun hiasan, yang berarti menggambarkan kemurnian tertinggi.

Destinasi menarik di sekitar Candi Borobudur

Pengunjung mengamati kapal Samudraraksa (pelindung lautan) di Museum Kapal komplek Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB), Magelang, Jateng. (Antara)

Museum Kapal Samudraraksa

Museum Kapal Samudraraksa masih berada di Kawasan Taman Wisata Candi Borobudur, sekitar 280 meter berjalan kaki dari Candi Borobudur. Di dalam museum ini terdapat rekonstuksi Kapal Borobudur dalam ukuran sesungguhnya yang dinamai Kapal Samudra Raksa.

Kapal Borobudur berasal dari masa Dinasti Syailendra abad ke-8 yang digambarkan dalam beberapa relief Candi Borobudur. Dalam sejarah dunia, Kapal Borobudur termasuk kapal modern pertama di dunia, karena mempunyai struktur ganda dengan dayung yang banyak dan lambung kapal yang luas.

Museum Borobudur

Di sebelah Museum Kapal Samudraraksa berdiri juga sebuah museum Karmawibhangga atau juga disebut Museum Borobudur. Museum ini menampilkan gambar relief Karmawibhangga yang terukir pada kaki tersembunyi Borobudur, beberapa blok batu Borobudur yang terlepas, serta temuan artefak arkeologi yang ditemukan di sekitar Borobudur dan lokasi lain di Jawa Tengah.

Bangunan museum ini dibangun dengan gaya arsitektur tradisional Jawa, yaitu berupa rumah joglo lengkap dengan pendopo. Untuk masuk ke Museum Borobudur dan Museum Kapal Samudraraksa tidak dipungut biaya karena sudah masuk dalam harga tiket masuk Taman Wisata Candi Borobudur.

Galeri Unik & Seni Borobudur Indonesia

Galeri Unik & Seni Borobudur Indonesia atau GUSBI merupakan museum yang juga terletak di kawasan Candi Borobudur. Museum ini juga dikenal sebagai Museum MURI karena meyimpan berbagai benda unik yang memecahkan rekor. Di sini pengunjung bisa melihat patung budha emas terkecil, patung loro blonyo terbesar dan terkecil, lukisan dari sabun mandi, kemeja batik terbesar, jas terberat, dan masih banyak lagi.

Galeri Unik & Seni Borobudur Indonesia ini tidak dikelola oleh PT Taman Wisata Candi Borobudur seperti Museum Borobudur dan Museum Kapal Samudraraksa. Jadi, untuk memasukinya pengunjung harus membaya 5 ribu rupiah per orang.

Destinasi menarik di sekitar Candi Borobudur

Bukit Dagi

Bukit Dagi masih berada di kompleks Candi Borobudur. Untuk mengunjunginya, cukup masuk ke kompleks Candi Borobudur dan melalui beberapa anak tangga. Di Bukit ini pengunjung akan menemukan beberapa pondok yang bisa digunakan sebagai tempat menginap. Udaranya yang sejuk khas pegunungan membaut bukit ini cocok untuk tempat meditasi dan bersantai.

Pasar Borobudur

Tak hanya berwisata sejarah dan alam saja di kawasan wisata Candi Borobudur, di sini Anda bisa berwisata belanja di Pasar Borobudur. Pasar ini merupakan pasar tradisional yang menjual beragam kebutuhan pokok. Tak cuma itu, pasar ini juga menjual beragam jajanan khas Borobudur dan Magelang, serta oleh-oleh souvenir khas Borobudur.

Pasar Borobudur berada di Jl Pramudya Wardhani di sebelah Timur dan Jl. Syailendra Raya di sebelah utara. Kolasinya yang berada dekat dengan Terminal Borobudur menjadikan pasar ini sebagai destinasi menarik para wisatawan khususnya yang berkendara menggunakan angkutan umum.